Rabu, 29 April 2026

Tekno

1.500 Karyawan Spotify kena PHK, Perusahaan Merugi dan Terlilit Utang

Mengutip laporan Bloomberg, pengumuman PHK itu disampaikan CEO Spotify, Daniel Ek lewat memo internal kepada para pekerjanya awal pekan ini.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto 1.500 Karyawan Spotify kena PHK, Perusahaan Merugi dan Terlilit Utang
Freepik
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM - Perusahaan layanan streaming musik Spotify akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 17 persen karyawannya.

Perusahaan memang tidak mengumumkan secara resmi berapa jumlah karyawan yang di-PHK.

Namun, menghitung dari total karyawan sebanyak 9.241 orang, maka jumlah pegawai yang akan dipecat Spotify adalah sekitar 1.500 orang.

 

 

Mengutip laporan Bloomberg, pengumuman PHK itu disampaikan CEO Spotify, Daniel Ek lewat memo internal kepada para pekerjanya awal pekan ini.

Dalam memo tersebut, Ek menjelaskan alasan perusahaan mengurangi karyawan.

Yaitu untuk membuat perusahaan lebih ramping dan lebih efisien, agar bisa menghasilkan keuntungan.

 

Baca juga: Spotify Wrapped Sudah Rilis! Ini 5 Lagu Populer di Indonesia Sepanjang 2023

 

"Hari ini, kita masih memiliki terlalu banyak orang yang ditugaskan untuk mendukung pekerjaan dan bahkan melakukan pekerjaan di sekitar pekerjaan daripada berkontribusi pada peluang dengan dampak nyata. Saat kita tumbuh, kita telah terlalu jauh meninggalkan prinsip dasar ketangkasan ini," tulis Ek dalam memo tersebut.

Ia mengungkap, pada 2020-2021, perusahaan mengambil pinjaman dari bank untuk mengembangkan bisnis mereka dan mendapat bunga yang murah.

Dana hasil utang itu digunakan untuk berinvestasi pada sumber daya manusia (SDM), konten, dan pemasaran.

 

Baca juga: Netflix Bakal Luncurkan Toko Offline "Netflix House"

 

Saat itu, pandemi membuat semua orang tinggal di rumah dan layanan streaming musik pun kebanjiran pelanggan.

Spotify kemudian merekrut banyak karyawan, sehingga total jumlah pegawainya selama 2020-2023 naik dua kali lipat dari periode sebelum pandemi.

Kondisi berbalik saat perbankan kreditur Spotify menaikkan suku bunga sehingga membuat cicilan utang pun melonjak.

 

Baca juga: Serial Live-Action One Piece Pecahkan Rekor Netflix

 

Di saat bersamaan, sedang terjadi perlambatan ekonomi global.

Selama sembilan bulan pertama tahun 2024, Spotify mencatat kerugian sebesar 462 juta euro atau sekitar Rp7,7 triliun.

"Kami sekarang berada dalam lingkungan yang sangat berbeda. Dan terlepas dari upaya kami untuk mengurangi biaya tahun lalu, struktur biaya kami masih terlalu besar. Struktur yang lebih ramping dari perusahaan akan memastikan profitabilitas Spotify yang berkelanjutan," ujarnya.

 

Baca juga: Google Bakal Hapus Akun yang Tak Aktif Mulai 1 Desember, Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Mencegahnya

 

Pemilik saham Spotify juga terus menekan perusahaan agar segera mencetak keuntungan.

Ek berjanji Spotify akan kembali menghasilkan profit pada 2024.

Sepanjang 2023, Spotify sudah tiga kali melakukan PHK.

 

Baca juga: Papeda dan Kapurung Jadi Google Doodle Hari Ini, Warisan Budaya dari Timur Indonesia

 

Pada Januari, perusahaan memecat 600 karyawan.

Selanjutnya pada Juni, Spotify mem-PHK 200 pegawai dari divisi podcast-nya.

Untuk menekan kerugian dan menghasillan profit, Spotify juga sudah menaikkan harga paket langganannya di sejumlah negara, termasuk AS.

Ek menyampaikan, para pegawai yang kena PHK akan diberikan pesangon sebesar 5 bulan gaji dan biaya kesehatan mereka akan ditanggung untuk periode tertentu.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved