Sabtu, 9 Mei 2026

Hujan Petir

Tiga Warga Gowa Dilaporkan Tewas Tersambar Petir

insiden tersebut terjadi di sebuah bukit Dusun Parigi, Desa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Tiga Warga Gowa Dilaporkan Tewas Tersambar Petir
Freepik
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM - Tiga orang pria dikabarkan meninggal tersambar petir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (23/11/2023) sore

Peristiwa ini terjadi di Dusun Bukit Parigi, Desa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Ketiga korban meninggal dunia ialah Daeng Nasir, Daeng Sawa, Daeng Makko.

Ketiganya adalah petani dan  warga DusununBukit Parigi. 

Salah seorang warga, Pardi Lantara membeberkan ada tiga korban meninggal dunia akibat tersambar petir.

Kata dia, ketiga korban ditemukan meninggal dunia di tempat setelah tersambar petir.

Mereka ketika itu sedang berada di bale-bale di tengah sawah sore tadi sekira pukul pukul 4 30 Wita.

"Ketiga korban meninggal dunia tersambar petir saat berada di bale-bale," katanya.

Warga yang mengetahui insiden ini pun langsung datang ke TKP lalu dievakuasi.

"Para korban sudah dievakuasi ke rumah duka masing-masing," ucapnya

Cara Terhindar dari Petir

Melansir Kompas.com Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin, menjelaskan fenomena petir di Indonesia terbentuk dari awan cumulonimbus (Cb).

“Tipe awan Cb merupakan tipe awan hujan yang secara visual memiliki struktur yang menjulang tinggi di mana pada fase awal pertumbuhan berwarna putih dan pada fase matang akan berwarna abu kehitaman,” ujar Miming saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Tidak hanya petir, menurutnya awan comulonimbus juga dapat menimbulkan fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan puting beliung.

Awan comulonimbus terbentuk apabila kondisi atmosfer, tidak stabil dengan kondisi lingkungan udara yang lembab atau basah yang ditunjukkan dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi.

“Kelembapan udara yang tinggi mengindikasikan konsentrasi uap air di atmosfer cukup tinggi dan sangat potensial terjadi pembentukan awan hujan,” ujarnya.

Miming mengingatkan ada beberapa peralatan di rumah yang bisa menjadi jalur potensial bagi dilaluinya arus listrik dari petir.

Di antaranya adalah saluran telepon, televisi, kabel, atau internet; talang besi; bingkai jendela dari logam; atau bahan lain yang memiliki konduktif listrik.

Adapun, alat di rumah yang dapat memicu sambaran petir adalah tiang yang terbuat dari logam yang relatif lebih tinggi dari bangunan sekitarnya.

Semisal tiang antena TV, tiang kabel telepon atau listrik, dan sejenisnya yang posisinya lebih tinggi dari sekitarnya.

“Karena secara sifatnya petir akan menyambar objek yang lebih tinggi dari sekitarnya,” ujar dia.

Miming mengungkapkan, secara tidak langsung, petir dapat memicu objek yang disambarnya terbakar akibat percikan api.

“Kategori petir yang dapat menyebabkan dampak kebakaran adalah petir dengan kategori petir cloud to ground, yaitu fenomena petir yang melonjak dari sistem awan ke arah permukaan bumi,” jelasnya.

Guna menghindari sambaran petir di lingkungan rumah, berikut ini sejumlah hal yang dapat dilakukan:

Tidak memasang tiang antena TV atau sejenisnya yang terbuat dari logam yang terhubung ke bagian instalasi rumah dengan posisi tinggi.

Antena yang terbuat dari logam  dapat dipasang setidaknya lebih rendah dari pohon tinggi atau objek tinggi lain disekitarnya.

Memasang penangkal petir di sekitar rumah.

Objek lain yang dapat berfungsi sebagai alat penangkal petir adalah pohon tinggi di sekitar rumah, yang setidaknya berjarak lebih dari 2 meter.

Sementara, jika tengah berada di luar rumah, BMKG melalui akun media sosial Instagram @infobmkg membagikan tips agar terhindar dari sambaran petir.

Di antaranya:

Segera masuk ruangan.

Jangan berlindung di bawah pohon.

Jauhi kolam renang.

Jauhi tempat terbuka.

Berhenti mengendarai motor.

Jauhi tiang listrik.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved