Jumat, 10 April 2026

Sains

Siap-siap! Ada Fenomena Hujan Meteor Alpha Monocerotids 2023 Malam Ini, Terlihat hingga Subuh

Fenomena ini terjadi di tengah periode hujan meteor yang berlangsung dari 15 hingga 25 November, menurut informasi dari StarWalk.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Siap-siap! Ada Fenomena Hujan Meteor Alpha Monocerotids 2023 Malam Ini, Terlihat hingga Subuh
CoMix Wave Films/Makoto Shinkai
Ilustrasi hujan meteor. 

TRIBUNTORAJA.COM - Langit Indonesia akan menjadi saksi puncak hujan meteor Alpha Monocerotids yang berlangsung dari malam Selasa (21/11/2023) hingga Rabu pagi 22 November.

Fenomena ini terjadi di tengah periode hujan meteor yang berlangsung dari 15 hingga 25 November, menurut informasi dari StarWalk.

 

 

Humas Pusat Penelitian Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Emanuel Sungging Mumpuni menekankan bahwa kondisi langit yang cerah dan tidak berawan adalah kunci utama untuk pengamatan yang optimal.

Ia menyarankan untuk mencari lokasi yang terbebas dari halangan pepohonan atau bangunan tinggi, serta menjauh dari cahaya buatan seperti lampu jalan atau bangunan yang bisa mengurangi visibilitas.

 

Baca juga: BNPB: Fenomena El Nino hingga Maret-April 2024 Tak Akan Kurangi Frekuensi Hujan

 

"Bisa, asal cerah tidak berawan," kata Emanuel dikutip dari Kompas.com, Sabtu (18/11/2023).

Peneliti Astronomi dan Astrofisika di BRIN Clara Yono Yatini menjelaskan bahwa hujan meteor terjadi ketika Bumi, dalam lintasannya mengelilingi Matahari, melewati area yang banyak mengandung puing-puing komet.

 

Baca juga: Fenomena Gerhana Bulan Sebagian Bakal Terjadi Akhir Oktober di Indonesia, Catat Jadwalnya!

 

Ketika memasuki atmosfer Bumi, puing-puing ini terbakar dan menciptakan penampakan yang mirip "bintang jatuh".

"Hujan meteor terjadi saat Bumi pada lintasan orbit mengelilingi Matahari bertemu dengan daerah yang banyak puing-puing sisa komet," jelasnya.

 

Baca juga: Siap-siap! Bakal Ada Fenomena Hujan Meteor Orionid Akhir Oktober, Terlihat di Indonesia!

 

Menurut SkyandTelescope, komet yang menjadi sumber Alpha Monocerotids belum teridentifikasi dengan pasti, namun diduga berasal dari komet dengan periode orbit sekitar 500 tahun.

Nama "Alpha Monocerotids" berasal dari konstelasi Monoceros, atau Unicorn, dimana titik radian meteor ini terletak.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved