Selasa, 21 April 2026

YESma Gaet Media Bahas Inklusifitas dan Isu Terkini di Toraja

Berbagai topik penting dibahas dalam diskusi ini, mulai dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, persoalan bunuh diri, dan lainnya.

Tayang:
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto YESma Gaet Media Bahas Inklusifitas dan Isu Terkini di Toraja
TribunToraja/Rifki
Suasana diskusi yang digelar Yayasan Sang Bure Mayang (YESMa) dan menghadirkan pegiat media Toraja di Buli Buli Cafe, Jalan Pongtiku, Kota Makale, Senin (6/11/2023). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Yayasan Sang Bure Mayang (YESMa) menggelar diskusi bersama pegiat media Toraja di Buli Buli Cafe, Jalan Pongtiku, Kota Makale, Senin (6/11/2023).

Berbagai topik penting dibahas dalam diskusi ini, mulai dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, persoalan bunuh diri, pekerja anak di bawah umur, hingga dukungan politik dari caleg untuk kaum disabilitas di Toraja.

Termasuk membahas Perda Inklusi Disabilitas yang tengah mengemuka dan sekaligus menjadi platform bagi peserta untuk mendalami isu-isu sensitif dan kompleks terkait inklusi disabilitas.

Diskusi ini dipimpin Officer YESma, Lenynda Tondok; bersama Sekretaris YESma, Matius, dan dihadiri jajaran pengurus YESMa lainnya.

“Melalui diskusi ini, YESMa berharap dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya inklusi disabilitas dalam semua aspek kehidupan,” kata Lenynda di sela-sela diskusi.

“Meningkatnya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta bunuh diri menjadi alarm bahwa perlu adanya perubahan yang nyata dalam pandangan dan perlakuan terhadap kaum rentan dan disabilitas,” imbuhnya.

Selain itu, isu pekerja anak di bawah umur juga menjadi fokus perdebatan yang serius dalam diskusi ini.

Diskusi menyoroti perlunya perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak yang terlibat dalam tenaga kerja dengan Upah Minimum (THM).

“Upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi para pekerja muda ini merupakan tanggung jawab bersama bagi semua stakeholder,” ucap Lenynda.

“Memperjuangkan hak-hak mereka dalam kehidupan politik adalah langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil bagi semua anggotanya,” lanjutnya.

Dengan digelarnya diskusi ini, YESMa juga mengharapkan pegiat media Toraja dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan isu-isu disabilitas.

“Kesadaran dan pemahaman yang tinggi akan memungkinkan terciptanya budaya sosial yang inklusif dan saling mendukung, tempat di mana setiap individu, termasuk orang-orang dengan disabilitas, dapat berkembang dan berkontribusi secara penuh.”

“Diskusi media ini adalah langkah awal yang berarti menuju perubahan positif untuk masa depan yang lebih inklusif,” tandas Lenynda. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved