DPKPP Tana Toraja Gelar Pasar Murah, Beras Premium Dijual Rp 10.400 Per Kilogram
Berbagai kebutuhan pokok dijual dalam pasar murah ini, utamanya beras. BPN menyiapkan 5 ton beras yang difasilitasi langsung oleh Bulog.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/16102023_Sinija_Somalinggi.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Badan Pangan Nasional bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tana Toraja menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah di halaman Gedung Tammuan Mali', Makale, Senin (16/10/2023).
Pasar murah yang merupakan program nasional ini dibuka mulai pukul 09.00 hingga 15.00 Wita dan akan berlangsung sampai besok, Selasa (17/10/2023).
Berbagai kebutuhan pokok dijual dalam pasar murah ini, utamanya beras. BPN menyiapkan 5 ton beras yang difasilitasi langsung oleh Bulog.
Selain itu, tersedia pula minyak goreng, bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan terigu.
Kepala DPKPP Kabupaten Tana Toraja, Sinija Somalinggi, mengatakan, selain merayakan Hari Pangan Sedunia, pasar murah juga bertujuan untuk menekan inflasi daerah.
“Pasar murah ini dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Sekaitan dengan itu juga, untuk mendukung kegiatan penekanan inflasi di daerah dan Gerakan Pangan Murah Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja,” ucap Sinija kepada Tribun Toraja di lokasi.
Sebagaimana diketahui, harga beras di pasaran saat ini menyentuh angka Rp 12,5 ribu per kilogram untuk jenis medium, dan Rp 13,5 ribu untuk jenis premium.
Sementara dalam pasar murah yang berlangsung, harga beras hanya dijual Rp 10,4 ribu per kilogramnya.
“Tetapi, kami bekerjasama dengan Bulog memberikan beras premium untuk masyarakat adalah Rp 10,4 ribu,” imbuh Sinija.
Salah satu penyebab kenaikan harga beras di pasaran ditengarai akibat kemarau panjang yang dibarengi dengan fenomena El Nino yang mengurangi curah hujan.
Hal itu membuat kekeringan melanda sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk persawahan di Provinsi Sulawesi Selatan.
Pantauan Tribun Toraja di lokasi, masyarakat terlihat antusias mengantre di pasar murah ini sejak pagi hingga menjelang sore hari meski di bawah terik dan panas matahari.
Untuk belanja di pasar murah, syaratnya hanya tinggal menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang kemudian ditukarkan dengan kupon oleh pihak DPKPP. (*)