Bayi Tabung
Proses Bayi Tabung yang Kini Hadir di Rumah Sakit Sinar Kasih Tana Toraja
RS Sinar Kasih bekerjasama dengan Marula IVF Makassar untuk melaksanakan program ini.
Penulis: Adenin | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Ilustrasi-bayi.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Rumah Sakit Sinar Kasih Tana Toraja menghadirkan program bayi tabung untuk pasangan suami istri yang belum atau ingin memiliki keturunan.
RS Sinar Kasih bekerjasama dengan Marula IVF Makassar untuk melaksanakan program ini.
Direktur RS Sinar Kasih Tana Toraja, Dr Erni Yetti Riman, mengatakan, program ini bernama inseminasi. Caranya yaitu dengan memasukkan sperma sang suami ke dalam rahim istri untuk selanjutnya dibuahi.
“Hal ini juga ditujukan untuk memberikan harapan bagi masyarakat Toraja, khususnya bagi mereka yang telah lama mendambakan buah hati,” ungkap Dr Erni.
Apa Itu Bayi Tabung?
Bayi tabung merupakan suatu metode untuk hamil dimana proses pembuahan sel sperma dan sel telur dilakukan di luar rahim.
Program bayi tabung dapat dilakukan dengan tujuan untuk membantu proses kesuburan maupun mencegah masalah genetika.
Pelaksanaan bayi tabung memungkinkan proses pembuahan sel sperma laki-laki dan sel telur wanita tanpa harus melakukan hubungan seksual.
Sejak pertama kali dilaksanakan, program bayi tabung telah membantu banyak pasangan di banyak negara dalam mendapatkan keturunan dan telah terbukti keefektifannya.
Proses Bayi Tabung
Program bayi tabung bekerja dengan melakukan proses pembuahan sel sperma dan sel telur di luar tubuh. Pakar kesehatan akan mengambil sampel sel telur wanita dan sel sperma pria yang kemudian akan dibuahi di dalam laboratorium.
Hasil pembuahan yang berhasil akan membentuk menjadi embrio yang kemudian akan dimasukan ke dalam rahim wanita agar bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal.
Pelaksanaan program bayi tabung dilakukan pada pasangan yang memiliki masalah kesuburan atau kepada pasangan baik pria juga wanita yang memiliki kondisi kesehatan atau genetik tertentu hingga membahayakan sang ibu juga calon bayinya.
IVF atau bayi tabung dapat menjadi pilihan jika dalam sebuah pasangan, memiliki:
Wanita dengan rahim abnormal dan dapat menyebabkan infertilitas
Wanita dengan masalah sistem reproduksi seperti kerusakan atau penyumbatan tuba falopi
Wanita telah mengalami 2 kali keguguran atau lebih
Pria dengan hasil analisa sperma yang kurang baik
Pria/ wanita yang terdiagnosa masalah kesuburan dan tidak diketahui penyebabnya
Pria/ wanita yang telah melakukan program fertilitas lainnya namun masih gagal (seperti inseminasi)
Resiko Bayi Tabung
Sebelum menentukan bayi tabung, ada beberapa risiko yang perlu Anda ketahui. Program bayi tabung masih memiliki kemungkinan risiko untuk gagal, sehingga hal tersebut dapat berpengaruh baik pada kesehatan fisik dan juga mental, terutama pada istri.
Melakukan terapi konseling atau mendapatkan dukungan orang terdekat mungkin akan membantu Anda dan pasangan dalam melewati seluruh prosesnya.
Selain itu, beberapa efek samping dari bayi tabung yaitu:
Efek samping dari obat-obatan selama perawatan, seperti hot flushes dan sakit kepala
Kemungkinan kelahiran kembar
Kemungkinan kehamilan ektopik, yaitu embrio tertanam di saluran tuba dan bukan di dalam rahim
Sindrom Hiperstimulasi Ovarium (OHSS), di mana ovarium bereaksi berlebihan terhadap obat-obatan yang digunakan selama IVF yang dapat menyebabkan wanita melepaskan cairan lebih dari biasanya
Bagaimana Prosedur Program Bayi Tabung?
1. Induksi Ovulasi
Siklus bayi tabung akan dimulai dengan menggunakan obat hormon untuk merangsang indung telur untuk menghasilkan sel telur lebih banyak daripada kondisi nornal.
2. Pengambilan Sel Telur & Sel Sperma
Dokter kemudian akan mengambil banyak sampel sel telur istri dan menguji kualitasnya. Sel telur ini kemudian akan dipersiapkan untuk proses pembuahan di dalam laboratorium dengan sel sperma dari suami yang juga sudah diambil dan diuji kualitasnya.
3. Proses Pembuahan
Proses pembuahan kemudian akan dilakukan dengan membuahi sel telur dan sel sperma di dalam inkubator dan akan dipantau terus perkembangannya oleh dokter. Proses ini bisa dilakukan dengan cara konvensional yaitu mencampurkan sel telur dan sel sperma semalaman, atau dokter harus menyuntikan langsung sel sperma ke dalam sel telur.
4. Transfer Embrio
Jika proses pembuahan berhasil berkembang dengan baik, maka hasil pembuahan tersebut akan membentuk sebuah embrio. Dokter kemudian akan memindahkan embrio tersebut ke dalam rahim wanita sehingga embrio dapat berkembang secara normal di dalam rahim.(*)