Dokter Gigi Tewas Kecelakaan
Kronologi Tewasnya Dokter Gigi Asal Bali di Toraja Utara, Mobilnya Masuk Jurang
Usai mengikuti acara tersebut, korban dan rekan-rekannya berencana menikmati sunrise di Lolai yang dikenal dengan julukan "Negeri di Atas Awan".
Penulis: Adenin | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/19092023_mobil_terbalik.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Sebuah mobil rental mengalami kecelakaan di halaman parkir Hotel Heritage, Toraja Utara, Senin (18/9/2023) dini hari sekitar pukul 04.30 Wita.
Kejadian ini menewaskan dokter gigi asal Bali, drg Wibisono.
Kasatlantas Polres Toraja Utara, Iptu Marsuki SPd, menjelaskan kronologi kejadian tersebut kepada TribunToraja.com, Selasa (19/9/2023).
"Mobilnya jenis minibus, berwarna putih dengan merk Toyota Hi-ace, bernomor polisi DD 7557 SB, dan supirnya bernama Ari Wibowo," Ucap Marsuki.
Ia menjelaskan bahwa kejadiannya di halaman parkir Hotel Heritage, bukan di Lolai.
"Bukan di Lolai, tapi di Hotel Heritage kejadiannya," ujarnya saat di konfirmasi via telepon, Selasa (19/9/2023) malam.
Saat itu, drg Wibisono serta kolega mengikuti Indonesia Association Othodontis (IAO) di Hotel Heritage, Toraja Utara.
Usai mengikuti acara tersebut, korban dan rekan-rekannya berencana menikmati sunrise di Lolai yang dikenal dengan julukan "Negeri di Atas Awan".
Mereka pun menyewa mobil mini bus Toyota Hiace. Saat kejadian, korban bersama istrinya, Sri Sufia Martini, sudah naik ke mobil bersama rekannya drg Adit. Mereka duduk di kursi tengah.
Sang sopir memarkir kendaraannya di lokasi parkir yang medannya menurun.
Saat itu, Ari mengaku telah mengaktifkan tangan, tapi mobil dalam kondisi hidup/menyala.
"Mau menjemput penumpang di sana. Terus saat supirnya turun, dia buka bagasi belakang mau memasuk barang. Tiba-tiba mobilnya mundur. Supirnya sempat coba menahan dengan badannya, tapi tidak mampu," ucap Marsuki.
"Mobil terus mundur menghantam sempadan jalan dan guard rail (pembatas tepi jurang) dan mobil terjatuh sedalam 30 meter. Pada saat itu, drg Adit sempat melompat setelah membuka pintu samping minibus. Sedangkan korban drg Wibisono beserta sang istri tidak sempat meloloskan diri dan jatuh ke jurang bersama mobil," tambahnya.
Mobil terbalik terbalik masuk jurang sedalam 30 meter, menghantam pondasi yang ada di bawah. Kondisi mini bus putih dengan nomor polisi DD 7557 SB rusak parah. Bagian belakangnya penyok.
Dia menambahkan, korban diperkirakan terlempar ke belakang lalu keluar saat mobil tersebut terhantam dan terbalik.
"Korban yang mengalami luka-luka, lantas dilarikan ke RS Elim Kota Rantepao untuk mendapat perawatan medis. Tapi, dia dinyatakan meninggal dunia di sana," tutupnya.
Istri korban Sri Sufia Martini juga mengalami luka lecet akibat kejadian tersebut. (*)