Selasa, 19 Mei 2026

Cabai

Cara Menanam dan Merawat Cabai Agar Berbuah Lebat

Akhir-akhir ini makin banyak orang yang menanam cabai. Baik di pekarangan rumah maupun di kebun. Menanam cabai bisa dibilang gampang-gampang susah.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muh. Irham
zoom-inlihat foto Cara Menanam dan Merawat Cabai Agar Berbuah Lebat
ist
Ilustrasi cabai berbuah lebat 

TRIBUNTORAJA.COM - Akhir-akhir ini makin banyak orang yang menanam cabai. Baik di pekarangan rumah maupun di kebun. Menanam cabai bisa dibilang gampang-gampang susah.

Dibilang gampang, tanaman ini sangat mudah tumbuh meski dalam kondisi cuaca ekstrim. Namun susahnya, tak sedikit orang gagal menanam cabai hingga tanaman tersebut berbuah lebat.

Dilansir dari berbagai sumber, buah cabai mengandung banyak nutrisi, seperti kalium, natium, serat, protein, kalsium, zat besi, vitamin A, B6, B12, C, dan D. Tak heran, banyak ibu-ibu masa kini yang memilih menanam cabai sendiri demi stok cabai yang selalu terpenuhi dan kualitas yang segar.

Oleh karena itu, tanaman cabai harus dirawat dengan baik. Untuk membantu Anda, berikut beberapa cara merawat cabai agar berbuah banyak.

Pilih Benih Cabai Berkualitas

Sebelum Anda menanam cabai dan melakukan perawatan, hal pertama yang dilakukan adalah memilih benih cabai dengan kualitas terbaik. Benih cabai yang baik adalah yang sudah tua, berwarna merah menyala, masih segar, tidak keriput, dan tangkainya berwarna hijau segar.  

Anda juga dapat membeli benih yang siap tumbuh di toko tanaman dengan memperhatikan kondisi kesehatan tanaman. Jika masih berbentuk biji-bijian, Anda dapat mengetesnya dengan air dan lihat keesokan harinya. Jika biji cabai tenggelam, maka ini biji terbaik yang bisa ditanam.

Penyiraman dan Pemupukan Secara Berkala

Setelah biji selesai disemai, Anda perlu melakukan perawatan rutin seperti menyiram dan memberi pupuk. Sebelumnya, gunakan media tanam berupa campuran pupuk, sekam, dan tanah humus dengan perbandingan 2:1:3 agar cabai cepat berbuah.

Lalu, sirami tanaman cabai pagi dan sore secukupnya. Saat pagi hari, Anda dapat menyiram dengan air bekas cucian beras, sedangkan sore dapat menggunakan air biasa. Pastikan Anda juga menggunakan pot tanaman dengan lubang drainase yang baik.

Pupuk yang digunakan sebisa mungkin gunakan pupuk organik, seperti pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk organik lebih baik digunakan untuk skala pertanian rumah tangga karena lebih aman untuk lingkungan. Berikan pupuk kepada tanaman dengan jarak waktu dua minggu sekali.  Letakkan pupuk ke atas permukaan yang dekat dengan akar tanaman.

Pemangkasan

Pemangkasan tanaman cabai sangat diperlukan agar tanaman terhindar dari hama serta menjadikan tanaman lebih bersih. Untuk melakukannya, Anda membutuhkan gunting tanaman. Gunting pucuk tanaman agar struktur tanaman lebih terjaga. Namun, jangan potong daun muda atau buah yang masih kecil. Lakukan pemangkasan ini selama satu bulan sekali.

Saat tanaman cabai tumbuh semakin besar, ada baiknya Anda memasang penopang dari bambu atau kayu kecil agar pohonnya dapat berdiri kokoh dan tidak patah bila tertiup angin.

Pemberian Vitamin Khusus Tanaman Cabai

Tanaman cabai membutuhkan sumber vitamin yang cukup yang sebenarnya dapat diperoleh dari unsur hara di dalam tanah. Unsur hara berfungsi untuk memudahkan proses metabolism sel, pembentukan enzim, dan hormon. Selain itu, dbutuhkan vitamin B1 sampai dengan vitamin B12 untuk membantu pembentukan akar, batang, dan daun. Vitamin B kompleks ini dapat diperoleh dari air cucian beras.

Namun, untuk mendapatkan vitamin yang lebih baik lagi, Anda dapat menggunakan vitamin khusus tanaman cabai yang dijual di toko tanaman. Dengan memberikan nutrisi yang baik, tanaman cabai akan lebih mudah dan cepat berbuah.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved