Presiden China Xi Jinping Larang PNS dan Pejabat Pakai iPhone, Apple Store Sepi
Selain ponsel iPhone, Xi Jinping juga turut melarang pejabat di lembaga pemerintah pusat bekerja atau membawanya perangkat merek asing ke kantor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/11092023_Xi_Jinping.jpg)
TRIBUNTORAJACOM, BEIJING – Presiden China, Xi Jinping, mengeluarkan larangan bagi warganya untuk menggunakan produk Apple, khususnya iPhone.
Xi Jinping mengumumkan larangan penggunaan iPhone bagi semua pejabat pemerintah dan pegawai negeri sipil di China.
Larangan juga diperluas, berlaku pula bagi pegawai perusahaan besar yang didukung oleh negara, yakni PetroChina.
Larangan memakai iPhone oleh pejabat China ini dirilis Xi Jinping tepat seminggu sebelum Apple menggelar peluncuran gawai flagship iPhone 15 series di Cupertino California.
Selain ponsel iPhone, Xi Jinping juga turut melarang pejabat di lembaga pemerintah pusat bekerja atau membawanya perangkat merek asing ke kantor, dikutip dari The Verge.
Kantor Informasi Dewan Negara China hingga kini masih belum mau memberikan tanggapan terkait rilisnya larangan baru ini.
Namun sejumlah pihak meyakini bahwa larangan tersebut merupakan langkah Presiden Xi Jinping untuk mengurangi ketergantungan warga negaranya terhadap produk asing khususnya yang berasal dari Amerika.
Mengingat belakangan ini China dan AS tengah bersitegang hingga saling melempar sanksi untuk melumpuhkan sektor bisnis dan teknologi satu sama lain.
Untuk mendukung larangan ini, Presiden Xi Jinping bahkan meminta perusahaan afiliasi negara seperti bank untuk beralih ke perangkat lunak lokal selama satu dekade terakhir.
Akibatnya, sejumlah gerai Apple Store di China mulai sepi pembeli.
Akibat aksi boikot ini, Apple Inc mengalami pembengkakan kerugian hingga mencapai 200 miliar dolar AS, lantaran saham perusahaan di bursa Dow Jones Industrial Average anjlok sebesar 2,9 persen pada Jumat (8/9/2023).
Kebijakan juga telah membuat laba bersih Apple ikut terseret turun, dari 1,44 miliar dolar AS menjadi 1,31 miliar dolar AS pada perdagangan Jumat sore, sebagaimana yang dikutip dari Reuters.
"Pelarangan penggunaan iPhone bagi pegawai pemerintah tidak hanya dapat menimbulkan dampak penjualan negatif. Namun menjadi langkah lebih besar pemerintah China untuk mendorong pemakaian teknologi domestik," tulis Analis Teknologi, Toni Sacconaghi.
Berbanding terbalik dengan kondisi Apple, perusahaan ponsel Huawei kini tengah kebanjiran orderan.
Dalam cuplikan video yang diunggah akun @TripInChina, terlihat kondisi toko Apple yang sepi sementara toko Huawei yang ramai diserbu pengunjung.
Salah seorang karyawan yang bekerja di pemerintahan China yang enggan disebutkan namanya mengungkap bahwa pemerintah dan perusahaan BUMN di China memberikan subsidi kepada karyawan sebesar 100 yuan hingga 200 agar karyawan beralih ke merek lokal seperti Huawei.
Dengan strategi marketing ini, Bank Of America memprediksi bahwa penjualan ponsel pintar Huawei di tahun ini bisa melonjak hingga 65 persen atau meningkat 38 juta unit.
Sementara itu, penjualan iPhone diproyeksikan anjlok sebesar 5 juta hingga 10 juta unit per tahun akibat aksi boikot ini.
Kerugian tersebut bahkan diprediksi akan semakin membengkak lantaran China, Hong Kong, dan Taiwan merupakan negara yang memegang kunci penting bagi penjualan produk ponsel iPhone.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Larangan Pakai iPhone oleh Presiden Xi Jinping Bikin Apple Store di China Sepi Pembeli, https://www.tribunnews.com/techno/2023/09/09/larangan-pakai-iphone-oleh-presiden-xi-jinping-bikin-apple-store-di-china-sepi-pembeli