Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Garis Pertama Pertahanan Rusia Jebol Usai Serangan Balasan Ukraina

Mykhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan serangan drone ke area yang diduduki...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Garis Pertama Pertahanan Rusia Jebol Usai Serangan Balasan Ukraina
AP Photo
Tentara Ukraina menembak ke arah posisi pasukan Rusia di garis depan di Zaporizhzhia, Ukraina, Sabtu, 24 Juni 2023. 

TRIBUNTORAJA.COM - Serangan balasan ukraina tampaknya cukup berefek bagi pertahanan Rusia yang melakukan invasi ke negara tetangganya tersebut.

Ukraina mengklaim telah menjebol garis pertama pertahanan rusia di sejumlah lokasi.

Bahkan mereka mengaku telah menunjukkan peningkatan yang signifikan di wilayah Zaporizhzia.

 

 

“Ada beberapa serangan di sejumlah arah dan di wilayah tertentu,” kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, Hanna Mailar dikutip dari Independent, Minggu (3/9/2023).

“Di beberapa tempat, di area tertentu, garis pertama (pertahanan Rusa) sudah ditembus,” tambahnya.

Pernyataan Maliar pun didukung oleh Amerika Serikat (AS), yang pada Jumat (1/9/2023), mengungkapkan Kiev telah melakukan perkembangan yang besar di front selatan selama 72 jam terakhir.

 

Baca juga: Komandan Rusia Pelaku Pembantaian Bucha Ditemukan di Ukraina

 

Ukraina juga menegaskan serangan drone ke dalam Rusia pun akan bertambah.

Mykhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan serangan drone ke area yang diduduki Rusia.

Menurutnya, serangan drone ke dalam Rusia juga diyakini akan terus meningkat.

 

Baca juga: Potensi Kesepakatan Senjata Korea Utara-Rusia, Vladimir Putin dan Kim Jong-Un Makin Mesra

 

Kiev tak pernah secara langsung mengatakan bertanggung jawab atas serangan di luar Ukraina.

Podolyak mengatakan bahwa serangan-serangan ke Rusia dilakukan oleh agen dan para partisan.

 

Baca juga: Serangan Rudal Rusia ke Chernihiv Ukraina Tewaskan 7 Orang, Termasuk Bocah 6 Tahun

 

“Untuk Rusia, akan ada jumlah serangan yang meningkat oleh drone tak dikenal yang diluncurkan dari dalam wilayah Federasi Rusia sendiri, dan serangan itu akan bertambah,” kata Podolyak.

“Ini merupakan tingkatan dari perang di mana kejahatan secara bertahap dialihkan ke wilayah Federasi Rusia,” tambahnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved