Senin, 4 Mei 2026

Liga 1

Sehari Jelang PSM Makassar vs Persis Solo, Jumlah Tiket yang Terjual Baru 100 Lembar

PSM Makassar bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bj Habibie (GBH), Kota Parepare, Senin (28/8/2023) mendatang.

Tayang:
Editor: Muh. Irham
zoom-inlihat foto Sehari Jelang PSM Makassar vs Persis Solo, Jumlah Tiket yang Terjual Baru 100 Lembar
ist
PSM Makassar vs Persis Solo 

TRIBUNTORAJA.COM - Sehari jelang pertandingan antara PSM Makassar vs Persis Solo di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, tiket yang dijual panitia pelaksana baru terjual 100 lembar.

PSM Makassar bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bj Habibie (GBH), Kota Parepare, Senin (28/8/2023) mendatang.

PSM Makassar kembali bermain di hadapan pendukung sendiri setelah melakoni tour Jawa-Bali.

Empat pertandingan tandang membuat Laskar Pinisi empat pekan berada di Jawa-Bali.

Seharusnya ini bisa mendatangkan dukungan suporter PSM yang masif di partai kandang.

Apalagi Pasukan Ramang di laga terakhir menampilkan permainan yang apik.

Namun tampaknya kejenuhan menghinggapi suporter dalam memberikan dukungan secara langsung.

H-1 laga tersebut, tiket baru terjual 100 lembar. Tentu ini kabar buruk bagi Reza Arya cs.

Kordinator Tiket PSM, Azis Jarre mengatakan kondisi serupa dialami setiap tim Liga 1 Indonesia.

Dimana suporter minim datang ke stadion, bukan hanya PSM Makassar.

Hal ini ditunjukkan dari pembelian tiket yang kurang masif sampai H-1 laga.

Target penjualan sebanyak-banyaknya.

“Saya belum lihat updatenya tapi per tadi malam itu baru ada 100 yang terjual. Target saya selalu sesuai kapasitas stadion 8000,” katanya kepada tribun timur, Minggu (27/8/2023).

“Sama dengan yang kemarin kurang lebih. Belum masih sama seperti yang kemarin,” tambahnya.

Kondisi minim suporter, kata Jarre dialami semua klub peserta Liga 1 Indonesia.

Bahwa ada kejenuhan dari suporter dalam memberikan dukungan kepada timnya.

Dapat dilihat dari laga-laga yang disiarkan secara langsung. Suporter tidak begitu masif memenuhi stadion tuan rumah.

“Komplit sebenarnya ini faktor. Pertama ada kecenderungan kejenuhan karena bukan cuma PSM, semua klub Indonesia itu sama, drastis anjlok semua dari sisi penonton,” jelas pria akrab disapa Daeng Jarre itu.

Kemudian faktor lain, adanya permintaan kelompok aliansi suporter PSM Makassar yang untuk penurunan harga tiket.

Persoalan ini belum ada titik temu. Dan membuat kelompok itu menepi.

Manajmen sudah merespon aksi aliansi tersebut dengan memberikan diskon atau hitungan yang meringankan.

Akan tetapi aliansi suporter tersebut meminta untuk bertemu langsung dengan CEO PSM.

“Terus ditambah ada permintaannya aliansi juga. Jadi manajemen sudah kasih hitungan, disitu ada diskon harganya turun, cuma permintaan terakhirnya mau ketemu langsung CEO sementara tidak berdomisili di Makassar,” terang kordinator tiket PSM itu.

Pelatih PSM Makassar sudah berkali-kali mengajak suporter untuk datang langsung memberikan dukungan.

Namun kondisi ekonomi setiap orang berbeda-beda. Apalagi jarak yang ditempuh cukup jauh.

Selain itu, jika harga diturunkan juga tidak menjami suporter akan memenuhi markas PSM.

“Disamping ekonomi memang susah untuk kebutuhan hidup juga susah yah jadi komplit, memang kondisinya. Misal diturunkan harga tiket juga tidak ada jaminan suporter datang, ini terjadi semua klub liga 1,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved