Kamis, 9 April 2026

Berita Viral

Viral Ospek UIN Surakarta Pakai Sponsor Pinjol, Rektor Angkat Bicara

Kendati demikian, Rektor UIN Surakarta ini menegaskan hal itu tanpa sepengetahuan pihak universitas. Ia pun menyayangkan tindakan Dema tersebut...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Viral Ospek UIN Surakarta Pakai Sponsor Pinjol, Rektor Angkat Bicara
TribunSolo.com / Anang Ma'ruf
Suasana kampus UIN Raden Mas Said Surakarta, Rabu (9/8/2023). 

TRIBUNTORAJA.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, Surakarta, Jawa Tengah, telah mengambil langkah tegas terkait polemik mahasiswa baru (maba) yang diwajibkan mendaftar aplikasi pinjaman online (pinjol) saat pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Rektor UIN Raden Mas Said, Surakarta, Mudofir Widyodiningrat mengungkapkan saat ini, pihak kampus telah memberikan sanksi berupa penonaktifan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) sampai waktu yang tidak ditentukan, dan ketua Dema dicopot.

Dema merupakan pihak yang memaksa para maba UIN Surakarta ini untuk mengunduh dan melakukan registrasi pada aplikasi pinjaman online.

 

 

"Sanksinya menghentikan sementara kegiatan-kegiatan oleh Dema sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Mudofir dalam Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Kamis (10/8/2023).

"Kemudian, mencopot ketua Dema," sambungnya.

Tak hanya itu, pihak kampus juga mencopot ketua Dema.

 

Baca juga: Viral Perusahaan Pinjol Jadi Sponsor UIN Surakarta, Begini Faktanya

 

Kemudian, kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pun diambil alih pihak universitas dan fakultas.

"Hal ini untuk menghindari ketidakpercayaan mahasiswa baru terhadap Dema dan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, bahwa kampus ini tidak punya kebijakan apa pun terkait sponsorship di luar PBAK," tegasnya.

Langkah selanjutnya, pihak universitas juga akan melakukan pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk berkonsultasi dan mencegah data maba yang telah teregistrasi di pinjol tidak disalahgunakan.

 

Baca juga: Viral Finalis Miss Universe Indonesia Difoto Tanpa Busana, Pihak Panitia Buka Suara

 

Sementara terkait jumlah maba yang telah mendaftar pinjol, Mudofir menyebut berdasarkan keterangan Dema ada sebanyak 500 orang.

"Yang dilaporkan oleh mahasiswa berdasarkan wawancara Dema dengan salah satu media, itu 2.000 orang, tapi ketika Dema kita panggil ada 500 orang," jelasnya.

Ia mengungkapkan tindakan Dema memaksa para maba mendaftar pinjol ini dikarenakan telah ada kerja sama sponsorship dengan aplikasi pinjol, terkait kegiatan PBAK dan Festival Budaya mahasiswa baru 2023.

 

Baca juga: Viral Isu Difoto Tanpa Busana Saat Body Checking, Finalis Miss Universe Indonesia Lapor Polisi

 

Kendati demikian, Rektor UIN Surakarta ini menegaskan hal itu tanpa sepengetahuan pihak universitas.

"Nah sponsorship oleh Dema akan digunakan di luar PBAK, seperti festival budaya dengan panggung dan lainnya. Itulah menjadi celah Dema mencari sponsorship," tegasnya.

 

Baca juga: Isu Finalis Miss Universe Indonesia Difoto Tanpa Busana Viral, Ini Pengakuan Peserta

 

Ia pun menyayangkan tindakan Dema tersebut, mengingat pelaksanaan PBAK UIN Raden Mas Said Surakarta sudah dianggarkan dan dibiayai oleh kampus.

"PBAK itu sudah ada SOP dan dianggarkan. Sehingga tidak perlu mencari sponsorship," ucapnya.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved