Kesehatan
Dikenal Gurih dan Kenyal, Ternyata Ini Dampak Baik dan Buruk Rutin Konsumsi Kulit Ayam
Kulit ayam juga mengandung lemak tinggi yang dianggap bisa memicu obesitas dan berbagai penyakit kronis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Ilustrasi-kulit-ayam.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Banyak masyarakat Indonesia yang gemar mengonsumsi kulit ayam. Padahal bahan kuliner yang satu ini memiliki dampak kurang baik jika sering dikonsumsi.
Kulit ayam memiliki rasa yang gurih dan kenyal jika dikonsumsi. Tak heran jika makanan dengan bahan dasar kulit ayam, laris manis di kalangan masyarakat.
Kulit ayam juga mengandung lemak tinggi yang dianggap bisa memicu obesitas dan berbagai penyakit kronis.
Itu sebabnya, banyak yang menyarankan untuk membuang bagian kulit sebelum mengolah ayam untuk dijadikan santapan.
Kandungan nutrisi kulit ayam
Mengonsumsi daging ayam beserta kulitnya memang bisa menambah kalori, kolesterol, dan lemak. Itu sebabnya, beberapa orang memilih untuk menghilangkan bagian kulit sebelum mengonsumsinya.
Menurut data The National Nutrient Database USDA, dalam 100 gram kulit ayam mengandung sekitar sembilan gram lemak, di mana hanya 30 persen di antaranya merupakan lemak jenuh dan sisanya merupakan lemak tak jenuh.
Dalam 100 gram kulit ayam juga mengandung sekitar 109 miligram kolesterol. Sebagai perbandingan, 113 gram bagian dada ayam tanpa kulit hanya mengandung sekitar tiga gram lemak, di mana kandungan lemak jenuh hanya mencapai 0,4