Liburan ke Eropa, Waspada Jika ke Kota Ini, Banyak Mafia Rawan Pencopetan
Adalah Kota Catania, sebuah kota kecil Italia yang telah dijuluki sebagai kota yang paling berbahaya karena kejahatan kartelnya yang terus-menerus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/25072023_Kota_Catania.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Setiap kota di dunia ini tidak lepas dari aksi kejahatan. Namun, sebuah kota di Eropa tingkat kejahatannya sangat tinggi.
Adalah Kota Catania, sebuah kota kecil Italia yang telah dijuluki sebagai kota yang paling berbahaya karena kejahatan kartelnya yang terus-menerus.
Kota ini terletak di bawah kaki Gunung Etna. Kota Catania juga dikenal sebagai "Kota Hitam" di Sisilia, sebuah area yang dipenuhi oleh mafia.
Dilansir dari Daily Star, kejahatan jalanan seperti perampokan dan pembajakan mobil meningkat di kota ini. Meskipun polisi Italia berupaya keras untuk meredam kenaikan tersebut, tapi kehajatan tetap tinggi.
Awal tahun ini, pengangkutan narkoba besar-besaran terjadi di lepas pantai Catania, di mana ditemukan dua ton kokain mengambang di dekatnya.
Ini adalah salah satu kasus penyitaan terbesar di negara itu dalam sejarah, yang sekaligus menunjukkan pentingnya penggunaan Pelabuhan Catania bagi kartel narkoba yang beroperasi di Mediterania, menurut Daily Express.
Daerah itu mendapat julukan, "Kota Hitam" setelah banyak bangunannya menjadi hitam akibat paparan jelaga dan abu vulkanik.
Sebenarnya penampakannya yang menggelap dan letusan Gunung Etna yang sering terjadi telah menjadi daya tarik wisata utama selama bertahun-tahun.
Tapi makin ke sini, pengunjung makin sering menjadi sasaran geng jalanan dan pencopet. Karenanya, pengunjung diperingatkan untuk tidak berjalan di kota tersebut pada malam hari.
Situs keselamatan perjalanan Travelsafe-abroad menyarankan wisatawan yang mengunjungi Catania dengan pesan, "Jangan memakai perhiasan mahal. Pastikan tas Anda (dompet dan kamera) tersampir di tubuh Anda dan tidak membawa banyak uang tunai."
"Waspada terhadap pencopet, dan pencuri merebut sepeda motor yang mengincar tas tangan, dompet, dan ponsel. Umumnya hindari berjalan di malam hari dan naik taksi, seperti di sekitar stasiun kereta.”
Pengunjung ke Catania musim panas ini melaporkan kota itu terlihat seperti "tempat pembuangan sampah".
Selain itu banyak orang yang tampak mencurigakan di sudut-sudut kota.
Seorang turis yang baru kembali memposting ulasan perjalanan pedas di media sosial.
Menulis di LinkedIn, turis Paul Topping menulis: "Hotel bintang 4 kami berada di area minus bintang 4 dan kami berangkat pada malam hari untuk makan malam memastikan semua yang kami bawa hanya 100 euro jika kami dirampok. Staf hotel memberi tahu kami untuk berhati-hati."
"Dinding grafiti, jalanan kotor, sampah, lebih banyak mobil terbengkalai, dan banyak hal tak diinginkan yang Anda hindari untuk melakukan kontak mata. Itu membuat kami merasa seperti berada di semacam set film."
Artikel ini telah tayang di Tribunhealth.com dengan judul Ini Kota Paling Berbahaya di Eropa, Jangan Bawa Uang Tunai jika Tak Ingin Dicopet, Dipenuhi Mafia