Senin, 27 April 2026

Beredar Surat Jalur Mandiri Unissula Semarang, Ini Penjelasan Kampus

Setiawan menjelaskan bahwa calon mahasiswa akan dinyatakan lulus tanpa tes dengan syarat mendaftar di ujian mandiri Unissula.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Beredar Surat Jalur Mandiri Unissula Semarang, Ini Penjelasan Kampus
tangkapan layar
Prosedur pendaftaran jalur mandiri penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah. 

TRIBUNTORAJA.COM, Semarang - Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menjelaskan tentang beredarnya surat penerimaan mahasiswa baru tahun yang viral di media sosial.

Jagad Twitter tiba-tiba heboh setelah seorang penggunanya mengunggah tangkapan layar surat berkop Unissula.

Pengguna mengaku mendapat surat yang dikirim melalui WhatsApp (WA), isinya keterangan diterima menjadi mahasiswa baru di program studi (prodi) S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unissula Semarang.

Bukan cuma satu orang, tapi ada beberapa netizen juga mengaku mendapat pesan yang sama.

Pihak kampus membenarkan bahwa surat tersebut memang dikeluarkan Unissula Semarang.

Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Unissula, Setiawan Widiyoko, menjelaskan bahwa calon mahasiswa yang mendapatkan surat tersebut tidak sembarang.

Mereka yang mendapat surat sudah melalui screening dan dinilai memiliki kompetensi serta layak masuk kampus yang berada di yang berada di Jalan Raya Kaligawe Km 4 Semarang, Jawa Tengah, itu tanpa tes.

Karena, kampus telah melakukan pendataan melalui kerja sama selama sekitar delapan tahun dengan guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah menengah atas (SMA) atau kejuruan di seluruh Indonesia.

"Kalau dulu kami datang ke sekolah, kami presentasi, sosialisasi, setelah itu kami dapat data dari presensi," terang Setiawan, Jumat (14/7/2023).

Namun, sejak pandemi, Unissula mulai melakukan sosialisasi melalui zoom meeting atau guru BK, sehingga mendapatkan akses data calon mahasiswa.

"Di situlah, sehingga kami memberikan informasi penerimaan mahasiswa baru melalui surat," katanya.

Ia menambahkan, pihak kampus mengola dan menganalisi data yang ada sehingga diketahui minat masing-masing calon mahasiswa.

"Kami punya riset, dari data 79.000 itu kami breakdown (rinci) lagi, dan itu butuh proses. Breakdown kembali, sehingga ketemulah misalnya si A minatnya di fakultas mana," jelasnya.

"Jadi sebelum penutupan PMB (penerimaan mahasiswa baru), kami informasikan itu (melalui surat)," lanjut Setiawan.

Calon mahasiswa yang diberikan surat ini berdasarkan riset data, melihat nilai rapor atau ijazah SMA/MAN/SMK atau prestasi akademik

Setiawan menjelaskan bahwa calon mahasiswa akan dinyatakan lulus tanpa tes dengan syarat mendaftar di ujian mandiri Unissula.

Nah, calon mahasiswa yang minat menempuh pendidikan di Unissula dapat langsung mengakses tautan dalam surat tersebut, https://s.id/pmbunissula2023. Bisa juga scan barcode di dalam surat.

Setelah mendaftar, calon mahasiswa akan diminta untuk melampirkan rapor semester enam kelas 12 atau ijazah SMA/SMK/MAN.

Setelah mengisi formulir pendaftaran dalam tautan, calon mahasiswa akan menerima pesan WhatsApp yang mengarahkan untuk membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 150.000.

"Kemudian nanti dianalisis oleh tim seleksi PMB Unissula, kalau memenuhi standar penerimaan mahasiswa baru Unissula, pendaftar akan mendapat surat keterangan diterima sebagai mahasiswa," ucap Setiawan.

Kemudian, calon mahasiswa juga akan menerima tagihan biaya kuliah sesuai prodi masing-masing. Misalnya, biaya Fakultas Hukum dengan akreditasi Unggul, sekitar Rp 4.300.000.

"Itu sudah bisa kuliah di Unissula. Jadi ada jeda pembayaran yang mana pastinya tidak memberatkan orangtua apalagi ini musim sekolah ya," tuturnya.

Bagaimana jika ternyata inginnya di program studi (prodi) di berbeda dari surat yang diterima? Setiawan menyebut, calon mahasiswa bisa bisa pindah prodi dan jalur di Unissula.

Jika demikian, Setiawan menjelaskan, calon mahasiswa penerima surat dapat melakukan konfirmasi ke kontak yang disediakan.

"Bisa konfirmasi apakah boleh pindah prodi, itu sangat diperbolehkan. Atau misalkan pindah jalur, (jadi) jalur beasiswa, sangat diperbolehkan," tuturnya.

Surat pun telah mencantumkan profil, program unggulan, serta sejumlah prestasi kampus Universitas Islam Sultan Agung yang dapat menjadi pertimbangan.

"Sehingga surat itu bukan hoaks, itu memang dari kami," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved