KKB Papua

Ancam Tembak Mati Pilot Susi Air, KKB Papua: Jika Dia Mati, yang Tanggungjawab Adalah Indonesia

Meski demikian, Egianus Kogoya menebar ancaman akan menembak mati Philip Mahrtens untuk menekan Pemerintah Indonesia.

Editor: Muh. Irham
Tribun-Papua.com/Istimewa
Egianus Kogoya mengancam akan akan menembak Pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens. 

TRIBUNTORAJA.COM – Apa kabar pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang disandera oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua? Dalam perkembangan terbaru, anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya menyatakan, pilot asal Selandia Baru tersebut masih hidup.

Meski demikian, Egianus Kogoya menebar ancaman akan menembak mati Philip Mahrtens untuk menekan Pemerintah Indonesia.

Philip Mahrtens disandera oleh anggota KKB Papua sejak 7 Februari 2023 lalu. Ia disandera di sebuah bandara Kabupaten Nduga, Papua Tengah oleh anggota KKB Papua yang tiba-tiba datang menyerang.

Dalam keterangan yang dikeluarkan oleh pihak KKB Papua pada, Selasa (27/6/2023), Egianus sebelumnya sudah memberikan waktu dua bulan kepada Indonesia untuk segera dilakukan negosiasi.

"Mengapa Indonesia tidak mampu melakukan external negotation dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)," katanya.

Menurut Egianus Kogoya, pihaknya sudah menyampaikan bahwa, jika KKB menembak Kapten Philip Mark Mehrtens, maka yang bertanggung jawab adalah Indonesia.

"Kenapa kami katakan begitu, karena terbukti hingga saat ini belum ada negosiasi," ujarnya.

Egianus katakan, Philip karyawan Susi Air, dan perusahaan Susi Air tersebut adalah perusahaan milik Indonesia.

"Oleh sebab itu pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab, karena sudah janji akan mampu menjamin nyawanya," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan, terkait perkembangan pilot Susi Air tersebut, hingga kini pihak TNI-Polri masih terus lakukan penyelematan.

Kata Fakhiri, kini, tim memusatkan penelusuran di sekitar wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Dalam proses penyelamatan ini, perlu berkolaborasi dengan Satgas Damai Cartenz dan TNI, untuk membantu penangkapan terhadap pelaku penyanderaan dan juga untuk menyelamatkan pilot Susi Air tersebut.

“Kita sudah mengambil langkah mulai dari tahap awal sampai dengan terakhir. Saya juga sudah bertemu dengan semua pihak maupun Tokoh agama, tokoh masyarakat untuk dapat bernegosiasi dengan kelompok Egianus Kogoya,” ucap Fakhiri.

Terkait dengan batasan waktu yang di share oleh kelompok Egianus Kogoya, kata Fakhiri, hal ini akan menjadi sebuah pertimbangan secara cermat untuk pihaknya melihat proses tersebut secara kehati-hatian dalam mengambil langkah-langkah penegakan hukum.

“Kami tidak mau nanti dampak yang kita lakukan itu bisa berakibat fatal pada pilot tersebut dan tentunya kami sudah memetakan bagaimana posisi yang ada pada pilot serta akan membuat rapat khusus untuk mengambil langkah-langkah cepat dalam sisa waktu yang ada ini untuk bisa betul-betul baik langkah negosiasi dan penegakan hukum akan kita lakukan,” ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved