Jangan Panik, Ini Tips dan Langkah Pertolongan Pertama Bila Digigit Anjing
Rabies merupakan suatu virus mematikan yang menyebar ke manusia dari air liur hewan yang terinfeksi. Rabies biasanya menyebar melalui gigitan hewan.
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/24052023_konsultasi_Dokter.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Siapapun pasti akan waswas saat digigit anjing. Apalagi jika anjing tersebut terdeteksi pembawa virus rabies.
Rabies merupakan suatu virus mematikan yang menyebar ke manusia dari air liur hewan yang terinfeksi.
Rabies biasanya menyebar melalui gigitan hewan.
Binatang yang paling mungkin menyebarkan rabies antara lain anjing, kelelawar, anjing hutan, rubah, sigung, dan rakun.
Dari beberapa jenis hewan pembawa Rabies ini, anjinglah yang paling sering menularkan ke manusia. Itu karena hewan anjing hidup berkeliaran dalam komunitas manusia. Sementara hewan lainnya berada di dalam hutan.
Awal Mei 2023 lalu, viral seorang bocah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal setelah digigit anjing yang membawa virus Rabies.
Tadi pagi, Rabu (23/5/2023), seorang bocah 4,5 tahun juga di Kabupaten Sikka, digigit anjing tetangganya di bagian kepala dan wajah. Oleh tim medis bocah tersebut sudah diberikan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) kemudian juga Serum Anti Rabies (SAR).
Baca juga: Terjadi Lagi, Bocah 4 Tahun di Sikka NTT Digigit Anjing di Bagian Wajah
Rabies atau sering disebut penyakit “anjing gila” adalah infeksi virus yang biasanya ditularkan ke manusia dan hewan melalui gigitan hewan yang terinfeksi.
Setelah digigit oleh hewan yang terinfeksi, biasanya penderita tidak akan langsung menampakkan gejala rabies. Terdapat waktu inkubasi, yaitu jarak waktu antara gigitan dan gejala, yang umumnya terjadi selama 1-3 bulan.
Gejala rabies hampir mirip flu dan berlangsung selama 2-10 hari. Setelah gejala muncul, rabies menjadi penyakit yang mematikan. Oleh karena itu, penanganan gigitan anjing sangat penting diterapkan.
Saat digigit anjing, usahakan untuk tidak panik.
Berikut ini tips dan pertolongan pertama yang dilakukan jika ada yang tergigit anjing. Tips ini diberikan dr Valda Garcia dikutip dari klikdokter.com.
1. Cuci Luka dengan Air Mengalir
Penanganan yang pertama kali perlu dilakukan saat digigit anjing adalah mencuci luka. Segera bersihkan luka tersebut dengan air mengalir. Terlebih jika ada luka terbuka.
2. Bersihkan Menggunakan Sabun
Selain menggunakan air mengalir, luka bekas gigitan anjing sebaiknya dibersihkan juga dengan sabun.
3. Lakukan Penekanan pada Daerah Luka
Untuk mencegah infeksi akibat digigit anjing, pertolongan pertama yang tak kalah penting adalah memberikan tekanan pada daerah luka.
Khususnya bila terdapat perdarahan yang mengalir aktif pada luka gigitan, penekanan tersebut akan membantu perdarahan segera berhenti.
4. Berikan Antiseptik
Tahapan berikutnya adalah gunakan cairan antiseptik untuk membersihkan luka secara maksimal. Ini dilakukan agar infeksi akibat gigitan anjing tidak terjadi.
5. Balut Luka
Luka yang sudah dibersihkan menggunakan antiseptik perlu segera ditutup. Kamu bisa membalut luka dengan kasa steril. Tindakan ini dilakukan untuk menghindari risiko terjadinya infeksi.
6. Posisikan Lokasi Gigitan
Pastikan kamu memosisikan luka bekas gigitan anjing dengan tepat. Kamu sebaiknya meletakkan bagian yang terluka pada posisi yang lebih tinggi.
7. Konsumsi Obat Antinyeri
Bila tahapan pertolongan pertama digigit anjing tersebut telah dilakukan, lalu kamu merasakan nyeri pada luka, maka konsumsi obat antinyeri seperti paracetamol atau ibuprofen bisa membantu.
8. Periksakan Diri ke Dokter
Penanganan gigitan anjing memang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Kamu hanya perlu mengikuti panduan di atas. Kendati demikian, jangan lupa untuk segera ke dokter terdekat untuk perawatan luka lebih lanjut.
Selain itu, usahakan untuk mendapatkan vaksinasi rabies dalam hitungan beberapa jam setelah insiden digigit anjing. Terlebih jika digigit oleh anjing liar.
Pasalnya, gigitan anjing, baik kecil maupun besar, sama-sama berisiko untuk menularkan virus rabies.
Ingat, cakaran pun bisa menyebarkan virus rabies sehingga penanganan perlu dilakukan dengan baik dan hati-hati.
Jika mengalami gigitan anjing yang sudah jelas riwayat vaksinasinya atau sudah mendapatkan vaksin rabies, biasanya risiko untuk infeksi rabies jauh lebih rendah.
Untuk mencegah rabies, bagi yang memelihara anjing, wajib melakukan vaksinasi rabies.
Bagi pemilik maupun hewan peliharaanmu seperti anjing atau kucing sebaiknya segera mendapatkan vaksin rabies.
Hindari juga hewan yang tidak jelas riwayat vaksin rabiesnya atau hewan liar, dan jangan menyentuh langsung hewan liar yang sudah mati.
Munculnya gejala rabies bisa variatif. Ada yang timbul beberapa hari setelahnya, bahkan beberapa minggu setelahnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan follow up secara berkala.
Gejala yang muncul dapat berupa mual, muntah, demam, mengeluarkan air liur, kejang, serta penurunan kesadaran.
Penanganan gigitan anjing sangatlah penting untuk mencegah terjadinya rabies.
Oleh sebab itu, terapkan pertolongan pertama saat digigit anjing untuk menurunkan risiko infeksi.