Penyakit Menular
Tiga Ekor Bangkai Babi Mengapung di Sungai Sadan, Diduga karena Terinfeksi ASF
Diduga, bangkai tersebut berkaitan dengan virus African Swine Fever (ASF), yang menyerang babi yang viral belakang ini dan sangat menular.
Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Ilustrasi-babi-mengapung.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Tiga bangkai babi ditemukan mengapung di aliran Sungai Sadan tepatnya di wilayah Bera, Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja, Jumat (19/5/2023) siang.
Diduga, bangkai tersebut berkaitan dengan virus African Swine Fever (ASF), yang menyerang babi yang viral belakang ini dan sangat menular.
"Awalnya terlihat satu bangkai babi yang mengapung di sungai belakang kantor saya waktu pagi. Kemudian menyusul lagi dua ekor," kata Pimpinan PT Malea Energy, Victor Datuan Batara kepada Tribun Toraja, Jumat malam.
Pria yang akrab disapa VDB itu mengatakan tidak bisa menerka-nerka penemuan bangkai babi mengapung tersebut.
Namun, jika dihubungkan dengan fenomena ASF, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja dan Toraja Utara harus segera melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus ASF di Toraja.
Salah satunya dengan melakukan pembatasan ternak keluar masuk Toraja. Juga, terjun ke pasar hewan dan peternak untuk mengetahui hewan berjala dan melakukan pengobatan.
Apalagi, babi merupakan hewan yang erat kaitannya dengan kearifan lokal suku Toraja sehingga langkah penanganan harus dilakukan sedini mungkin.
"Untuk penyakit ASF kita tidak bisa menduga-duga, tapi harus ada upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus ASF pada ternak babi di Toraja," kata VDB.(*)