Sabtu, 11 April 2026

Wabup Frederik Target Penurunan Stunting di Toraja Utara Hingga 10 Persen

"Kita berharap bisa ke single digit yang artinya di bawah 10 persen. Tapi realistisnya sesuai target nasional 14 persen," ujar Frederik

Tayang:
Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Wabup Frederik Target Penurunan Stunting di Toraja Utara Hingga 10 Persen
TribunToraja/Apriani
Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - WakilI Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, mewakili pemerintah Kabupaten Toraja Utara melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (16/5/2023).

Studi tiru tersebut untuk mempelajari Super Apps E-Office, sebagaimana SPBE Sumedang menjadi Kabupaten Percontohan, khususnya mengenai strategi penanganan Stunting terintegrasi melalui aplikasi e-Simpati.

Frederik mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat berdampak bagi percepatan penurunan angka stunting di Toraja Utara dengan menerapkan sistem kolaborasi sinergitas 3 pilar.

"Ada beberapa konsep yang bisa kita terapkan di Toraja Utara yang hasilnya di Sumedang sangat luar biasa yaitu pendekatan tiga pilar, agama, budaya dan teknologi. Itu patut kita tiru dan modifikasi," kata Frederik yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Toraja Utara kepada Tribun Toraja, Rabu (17/5/2023).

Sesuai Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting Kabupaten Toraja Utara 2023 berada di angka 34,1 persen. Artinya, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya 32 persen.

Wakil Bupati periode 2019-2024 itu mengatakan, hal tersebut harus menjadi perhatian semua pihak karena penyakit pertumbuhan mental dan fisik berdampak besar kemunduran suatu daerah.

Selain melibatkan tiga pilar, Frederik juga menekankan pentingnya peran pemerintah desa menjaga kerjasama dengan stakeholder terkait.

"Kalau hanya pendek tidak terlalu jadi persoalan, ada kemungkinan dia cerdas. Tapi kalau stunting tinggi, orang itu akan pendek, bodoh, dan penyakitan," ungkapnya.

"Saya kira hal yang penting bahwa dalam penanganan itu yang terpenting adalah pendekatan karena hasilnya di Sumedang sangat luar biasa cepat. Di sini peran pemerintah desa sangat dibutuhkan berkolaborasi dengan stakeholder terkait," lanjutnya.

Dari studi tiru yang dilakukan, Frederik berupaya menurunkan angka stunting di Toraja Utara menjadi 10 persen.

"Kita berharap bisa ke single digit yang artinya di bawah 10 persen. Tapi realistisnya sesuai target nasional 14 persen," ujarnya.

Diketahui, Pemkab Sumedang melalui Asisten Setda Administrasi Umum, Budi Rahman memaparkan progres dalam mewujudkan Transformasi Digital diawali dari indeks SPBE 2,48 pada tahun 2018 hingga terus meningkat hingga 3,84 pada akhir tahun 2022.

Progres tersebut dilakukan dengan Mobilisasi, Orkestrasi Lintas Jenjang Pemerintahan dan lintas Stakeholder.

Budi juga menyampaikan strategi penanganan stunting dengan aplikasi e-Simpati sebagai bank data Stunting Sumedang, dimana tidak hanya dijadikan sebagai data melainkan sumber solusi penanganan stunting bagi para nakes di posyandu di seluruh desa.

Dalam kegiatan ini turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, Elisabeth; Kepala Puskesmas Sa'dan, Surianti Todingbua; dan Yaya Rundupadang.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved