Jangan Mau Dibilang 'Karbitan'! Sebelum Nonton Konsernya, Ini Dia Sejarah Coldplay Dari Masa ke Masa
Coldplay adalah grup musik rock Inggris yang dibentuk tahun 1997. Saat ini beranggotakan Chris Martin sebagai vokalis, Jonny Buckland sebagai...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/konser-coldplay-1752023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Coldplay adalah salah satu band rock alternatif paling terkenal di dunia.
Dalam perjalanan karir mereka, band ini telah menghasilkan lagu-lagu yang menggerakkan hati dan menginspirasi jutaan penggemar di seluruh dunia.
Sebelumnya diberitakan, Coldplay akan menggelar konser di Indonesia, tepatnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 15 November 2023 mendatang.
Hari ini juga telah dibuka penjualan dini atau presale tiket Coldplay, Rabu (17/5/2023).
Lantas seperti apa perjalanan Coldplay sejak awal terbentuk? Simak kisahnya.
Awal Pembentukan
Coldplay dibentuk di London pada tahun 1996 oleh empat anggota:
- Chris Martin (vokalis, piano)
- Jonny Buckland (gitaris utama)
- Guy Berryman (bassist)
- Will Champion (drummer)
Band ini awalnya bernama "Starfish" sebelum akhirnya mengganti nama menjadi Coldplay pada tahun 1998.
Dikutip dari artikel Rolling Stone, Coldplay terbentuk di kampus University College London, saat mereka masih menjadi mahasiswa.
Mereka memiliki tekad yang kuat untuk menciptakan musik yang menggugah perasaan dan berbeda dari yang lain.
Album debut Coldplay, "Parachutes," dirilis pada tahun 2000 dan mendapatkan sambutan yang positif dari kritikus musik.
Lagu hits seperti "Yellow" dan "Trouble" memperkenalkan gaya musik yang melankolis dengan melodi yang menarik dan lirik introspektif.
Album ini memenangkan Grammy Award untuk Best Alternative Music Album.
Dikutip dari Billboard, "Parachutes" menjadi lonjakan besar bagi Coldplay.
Mereka berhasil menciptakan lagu-lagu yang mencapai kedalaman emosional dan mampu terhubung dengan audiens secara universal.
Konsep Album dan Eksplorasi Musikal
Coldplay terus menghasilkan album-album yang memadukan elemen rock, pop, dan elektronik.
Album "A Rush of Blood to the Head" (2002) dan "X&Y" (2005) mendapatkan kesuksesan komersial yang besar.
Lagu-lagu seperti "Clocks," "Fix You," dan "Viva la Vida" menjadi anthem bagi generasi musik rock alternatif.
"Coldplay berhasil mengambil risiko dengan menyajikan lirik-lirik puitis dan melodi yang melankolis dalam lagu-lagu mereka. Mereka telah mengubah lanskap musik rock alternatif dengan suara khas mereka yang tak tertandingi," tulis sebuah artikel di NME.
Coldplay terus bereksperimen dengan gaya musik mereka dalam album-album seperti "Mylo Xyloto" (2011) dan "Ghost Stories" (2014), yang menampilkan sentuhan elektronik dan eksplorasi suara yang lebih kompleks.
Mereka juga berkolaborasi dengan artis terkenal seperti Rihanna dan Beyoncé.
Dikutip dari The Guardian, Coldplay adalah master dalam menggabungkan musik rock dengan elemen-elemen pop dan elektronik.
Mereka telah menjadi pionir dalam menciptakan suara yang unik dan menginspirasi banyak band dan musisi lain di seluruh dunia.
Kesuksesan Global dan Pengaruh Sosial
Coldplay berhasil meraih kesuksesan global dengan penjualan album yang mencapai puluhan juta kopi.
Mereka juga telah memenangkan banyak penghargaan bergengsi, termasuk Grammy Awards, Brit Awards, dan MTV Video Music Awards.
Konser-konser mereka yang penuh energi dan spektakuler juga menjadi sorotan dalam industri musik.
Dikutip dari Rolling Stone, Coldplay telah memperoleh posisi yang kokoh sebagai salah satu band paling sukses di dunia.
Mereka telah mengumpulkan penghargaan dan pengakuan yang luar biasa berkat karya musik mereka yang berani dan menginspirasi.
Coldplay terus berkarya dengan album-album seperti "A Head Full of Dreams" (2015) dan "Everyday Life" (2019), yang mempertahankan kualitas musik mereka dan mencerminkan keprihatinan sosial dan politik.
Mereka juga aktif dalam kegiatan amal dan mendukung berbagai kampanye global.
Dikutip dari NME, Coldplay bukan hanya band besar dalam industri musik, tetapi juga aktor sosial yang tanggap terhadap isu-isu penting.
Mereka menggunakan pengaruh mereka untuk menyuarakan pesan-pesan kemanusiaan dan menciptakan dampak positif dalam masyarakat.
Baca juga: Lebih Dari 500.000 Pengguna Antre Beli Tiket Konser Coldplay Lewat BCA Presale
Coldplay adalah band yang telah menorehkan sejarah yang mengesankan dalam dunia musik.
Dari awal terbentuknya sebagai band indie hingga menjadi salah satu grup musik paling ikonik di era modern, Coldplay terus mengeksplorasi dan menghadirkan musik yang menggerakkan hati serta menginspirasi jutaan penggemar di seluruh dunia.
Melalui album-album mereka yang menarik perhatian dan penampilan panggung yang luar biasa, Coldplay terus menunjukkan keberanian mereka dalam bereksperimen dan menyuarakan pesan-pesan penting.
Dalam perjalanan karir mereka, Coldplay telah menciptakan warisan musik yang abadi dan membangkitkan semangat di antara para penggemar musik mereka.
(*)