Idul Fitri
Begini Tata Cara Salat Idul Fitri 1444 yang Lengkap
Rasulullah selalu melaksanakannya hingga beliau wafat dan dilanjutkan oleh umatnya sampai sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/20042023_Idrus_Addary.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Setelah melaksanakan puasa di bulan Ramadan, maka umat musim akan merayakan kemenangan Idul Fitri.
Umat Muslim menutup bulan Ramadan adalah melaksanakan Salat Ied, Salat Idul Fitri.
Hukum Salat Ied adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) sejak disyariatkanya pada tahun kedua hijriah.
Rasulullah selalu melaksanakannya hingga beliau wafat dan dilanjutkan oleh umatnya sampai sekarang.
Dilansir dari Tribun-Timur.com, Kepala Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha Ponpes DDI Mangkoso, Ustadz Muh Idrus Addary, mengatakan bahwa tata cara pelaksanaan salat Ied berdasarkan kitab Al-Fiqh al-Manhaji ala Madzhabil Imam asy-Syafi‘i karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan Ali asy-Asyarbaji.
Dalam Kitab tersebut menjelaskan bahwa pelaksanaan salat Ied diawali dengan niat.
"Shalat Ied didahului dengan niat yang jika dilafalkan berbunyi ushalli sunnatan li idil fithri rak'ataini. Ditambah imaman kalau menjadi imam, atau ma'muman kalau menjadi makmum. Dan kemudian dilanjutkan lillahi taala," kata Ustad Idrus, Kamis (20/4/2023).
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Artinya: Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah taala.
"Hukum pelafalan niat ini sunah. Yang wajib adalah ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin bahwa seseorang akan menunaikan salat sunah Idul Fitri," ujarnya.
"Sebelumnya shalat Id ini dimulai tanpa adzan dan iqamah (karena tidak disunahkan), melainkan cukup dengan menyerukan 'ash-shalatu jami'ah'," tuturnya.
Kemudian dilanjutkan dengan Takbiratul Ihram.
"Hal ini sebagaimana salat pada biasanya. Setelah itu dilanjutkan membaca doa iftitah, disunahkan takbir lagi hingga 7 kali untuk rakaat pertama," paparnya.
"Di sela-sela tiap takbir dianjurkan membaca 'Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallohu wallohu akbar," tambahnya.
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.
Setelah 7 kali takbir di rakaat pertama kemudian dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah.
"Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan untuk membaca surah al-A'laa, kemudian berlanjut ke ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi di rakaat kedua seperti salat pada biasa," terangnya.
Kemudian di rakaat kedua melakukan takbir kembali sebanyak 5 kali.
"Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak 5 kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan 'Allahu Akbar' seperti sebelumnya," jelasnya.
"Di antara takbir-takbir rakaat kedua itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dibaca pada setiap takbir di rakaat pertama. Kemudian baca surat Al-Fatihah, lalu surat Al-Ghasyiyah," ungkap Ustad Idrus.
"Selanjutnya berlanjut ke ruku, sujud, dan seterusnya hingga salam," imbuhnya.
Pihaknya menjelaskan bahwasanya hukum takbir tambahan (5 kali pada pada rakaat kedua atau 7 kali pada rakaat pertama) ini sunnah.
Sehingga apabila terjadi kelupaan mengerjakannya, tidak sampai menggugurkan keabsahan Salat Ied.
Kemudian yang terakhir, setelah salat Id dilanjutkan mendengarkan khutbah.
"Setelah salam, maka jamaah tak disarankan untuk buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idul Fitri terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila shalat id ditunaikan tidak secara berjamaah," tutup ustadz jebolan Ma'had Aly Ponpes DDI Mangkoso ini.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Tata Cara Salat Idul Fitri 1444, Lengkap Dengan Bacaannya, https://makassar.tribunnews.com/2023/04/20/tata-cara-salat-idul-fitri-1444-lengkap-dengan-bacaannya?page=all