Minggu, 10 Mei 2026

Puluhan Tahun Dicueki Pemerintah, Warga Swadaya Perbaiki Jalan Patengko - Batualu Toraja

Kepala Lembang Simbuang, Matius Kidi', mengatakan, perbaikan diprioritaskan di titik yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Puluhan Tahun Dicueki Pemerintah, Warga Swadaya Perbaiki Jalan Patengko - Batualu Toraja
ist
Warga Lembang Simbuang, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, memperbaiki jalan Kabupaten penghubung Lembang Pa'tengko dan Batualu yang kondisinya rusak parah sejak tahun 2012. 

TRIBUNTORAJA.COM, Makale - Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Peribahasa ini pantas ditunjukkan kepada warga Lembang Simbuang, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Masyarakat bahu membahu memperbaiki jalan kabupaten penghubung Lembang Pa'tengko dan Batualu yang kondisinya rusak parah selama puluhan tahun. Jalan ini rusak sejak tahun 2012.

Kepala Lembang Simbuang, Matius Kidi', mengatakan, perbaikan diprioritaskan di titik yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

"Sudah lama rusak tapi tidak kunjung diperbaiki pemerintah daerah. Jadi kami kumpul-kumpul uang secara sukarela," kata kepada Tribuntoraja.com, Senin (3/4/2023) siang.

Matius menambahkan, sumbangan warga tidak melulu uang, tapi ada juga yang sumbang semen, pasir.

"Untuk sumbangan dana itu kami pakai rabat beton di titik yang rusak parah," ujarnya

"Kami benahi sedikit demi sedikit karena dana tidak cukup kalau mau dikerjakan secara keseluruhan. Yang penting tanjakan ini diperbaiki agar tidak makan korban lain," lanjutnya.

Pasalnya, jalan tersebut rusak karena dilalui alat berat serta kendaraan roda empat hingga rembang 10 yang mengangkut material pembangunan Bandara Udara Internasional Buntu Kuni'.

Bandara yang dikerjakan sejak tahun 2011 itu dibangun di atas tanah seluas 141 hektar dengan panjang landasan pacu pada tahap awal sepanjang 1.600 meter yang bisa didarati pesawat jenis ATR, kemudian apron seluas 94,5 x 67 meter dan taxiway 124,5 x 15 meter.

Pihak bandara berjanji akan memperbaiki jalan Pa'tengko-Batualu, namun hingga kini belum juga terealisasi.

"Jalan ini digunakan mengangkut material pembangunan bandara udara dulu. Selama beberapa tahun dilalui kendaraan roda dua, roda empat hingga sepuluh roda sehingga kondisinya semakin rusak," ujarnya.

"Dulu mereka janji mau perbaiki tapi seperti yang kita lihat sekarang tidak ada yang tersentuh perbaikan hingga sekarang," lanjutnya.

Karena jalan tersebut akses utama warga sekitar. Warga yang bosan menagih janji pemerintah berinisiatif memperbaiki jalan secara gorong-royong menggunakan dana yang dikumpul dari warga setempat.

"Kalau kita tunggu bantuan Pemda, mau sampai kapan. Sementara ini akses jalan utama warga Mengkendek khususnya tiga kecamatan jadi kami perbaiki saja semampunya yang penting bisa dilalui kendaraan masyarakat," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved