Debit Air Sungai Sadan Naik Beberapa Hari Terakhir, Talut Pasar Pagi Rantepao Amblas
Salah satu pedagang ayam, Saldi, mengatakan, kejadian tersebut dikarenakan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir ini.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/16032023_talut_jebol.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Rabu (15/3/2023) malam, hujan kembali mengguyur wilayah Toraja secara umum, khususnya Toraja Utara.
Hujan ini menyebabkan debit air di Sungai Sa'dan naik dan mengakibatkan talut di bibir sungai, tepatnya di belakang Pasar Pagi, Kelurahan Malanggo', Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, amblas.
Salah satu pedagang ayam, Saldi, mengatakan, kejadian tersebut dikarenakan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir ini.
"Selain cuaca, di bawah stand ini ada parit atau got yang atasnya dicor, kenapa tidak langsung dialirkan ke sungai. Itu yang membuat air terus merembes ke bawah," ucapnya, Kamis (16/3/2023).
Lanjut ia mengatakan, jika tidak diperbaiki sesegera mungkin, ini akan berdampak rusak lebih parah.
"Kita lihatkan, ini di bawah kosong karena ada aliran air. Jika pemerintah tidak kerja cepat, akan tambah parah. Sampai saat ini pihak kelurahan maupun pemda belum turun melihat," tuturnya.
Perlu diketahui, imbas dari kejadian ini, 2 buah kandang ayam terperosok ke sungai. Selain itu dua stand pedagang ayam terkikis, karena bagian bawahnya mulai terkikis luapan air.
Talut yang ambrol di Pasar Pagi ini tingginya sekitar 5 meter dan panjangnya sekitar 8-10 meter.
Para pedagang berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara dapat cepat menangani dan bersama-sama mencari solusi.
Karena pedagang khawatir jika talut yang jebol akan melebar dan berimbas ke pedagang yang lain.