Selasa, 19 Mei 2026

Tabe, Budaya Kearifan Lokal Masyarakat Sulawesi Selatan Termasuk di Toraja

Tabe merupakan budaya yang berkembang dari kearifan lokal untuk menghormati atau menghargai orang lain.

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Tabe, Budaya Kearifan Lokal Masyarakat Sulawesi Selatan Termasuk di Toraja
kompasiana
Penerapan "Tabe" dalam kehidupan hari-hari 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Sikap sopan santun dan ramah-tamah telah menjadi budaya dan ciri khas masyarakat Indonesia.

Namun tiap daerah memiliki adat istiadat dan serta sikap sopan santun dengan caranya masing-masing.

Di daerah Sulawesi Selatan terkenal budaya "Tabe" yang umumnya diartikan permisi atau maaf.

Tabe merupakan budaya yang berkembang dari kearifan lokal untuk menghormati atau menghargai orang lain.

Tidak hanya di suku Makassar dan Bugis, budaya Tabe juga dituturkan oleh masyarakat suku Toraja.

Penggunaan atau pelafalan kata "Tabe" biasanya digunakan dalam kegiatan adat seperti Rambu Solo maupun Rambu Tuka'.

Pelafalan ini juga sering digunakan masyarakat Toraja dalam berkegiatan dan dalam berinteraksi kepada sesama.

Dilansir dari laman Dinas Pariwisata Kota Makassar, kata Tabe berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ksantavya atau ksantawya yang berarti maaf.

Namun masyarakat Melayu kesulitan dalam melafalkan bunyi (v), sehingga bunyi ini kemudian berubah menjadi (b).

Perlahan kata ini berubah menjadi ksantabya dan akhirnya menjadi santabe dan bahkan tabik atau tabe.

Budaya Tabe paling sering digunakan ketika hendak mengatakan permisi saat memotong atau melewati orang lain dalam bentuk ucapan dan gerakan.

Praktek budaya Tabe ini dilakukan dengan gerakan membungkukan badan dan tangan kanan turun ke bawah mengarah ke tanah.

Budaya Tabe berperan penting dalam pembentukan karakter santun dan hormat, baik kepada orang tua, maupun dengan sesama.

Budaya menghargai ini apabila dilakukan dengan baik dapat mencegah banyak perpecahan dan akan mempererat rasa persaudaraan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved