Cuaca Ekstrem Sulsel
Ketinggian Air di Bendungan Bili-bili Gowa Masih di Bawah Normal
Sementara pada pukul 14.00 Wita elevasinya berada pada 97.72 mdpl (vol = *232,363* juta m3). Status masih di bawah normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/16022023_Bili-Bili.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, Sungguminasa - Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Bili-bili menyampaikan bahwa elevasi atau ketinggian air di bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih di bawah normal.
Dari data yang diterima Tribun, Kamis (16/2/2023), elevasi bendungan Bili-bili pukul 12.00 Wita tercatat 97.63 meter di atas permukaan laut atau mdpl (vol = *231.042* juta m3).
Status masih di bawah normal.
Kemudian, pukul 13.00 Wita, elevasi bendungan Bili-bili berada di 97.65 mdpl (vol = *231,336* juta m3). Status bendungan juga masih di bawah normal
Sementara pada pukul 14.00 Wita elevasinya berada pada 97.72 mdpl (vol = *232,363* juta m3). Status masih di bawah normal.
Sebagai catatan, elevasi normal berada di titik 99,50 mdp (vol = 272,703 juta m3).
Adapun elevasi waspada yaitu 101,70 mdpl (vol = 295,049 juta m3), elevasi siaga 102,60 mdpl (vol = 310,345 juta m3), dan elevasi awas 103,30 mdpl (vol = 322,516 juta m3).
Elevansi kering di Bendungan Bili Bili Gowa yaitu 70,00 mdpl adapun elevnsi puncak bendungan yaitu 106,00 mdpl.
Diketahui, Kabupaten Gowa beberapa hari terakhir ini diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Yang menjadi perhatian di kota berjuluk Butta Bersejarah ini setiap kali hujan deras yaitu Bendungan Bili-bili.
Bendungan Bili-bili terletak di perbatasan Kecamatan Bontomarannu-Parangloe.
Pada 2018 lalu, pintu air Bili Bili terpaksa dibuka sekitar 1 meter karena elevansi sudah melewati ambang batas normal.
Akibatnya, sejumlah wilayah di Gowa dan sekitarnya mengalami banjir bandang, seperti Gowa, Takalar, Jeneponto, dan juga Makassar.