Banjir Makassar
Fasilitas Umum di Makassar Terendam Banjir
Kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo hingga sejumlah sekolah di Makassar terendam banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Banjir-Makassar.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Hari hujan deras menyebabkan banjir di hampir semua titik di Makassar.
Sejumlah fasilitas umum di Makassar terkena dampak banjir.
Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo, pun tidak luput dari bencana ini.
Pantauan Tribun, Senin (13/2/2023) siang, air sudah mulai menggenag tepat di belakang lobby utama.
Para pegawai yang melintas pun harus menggulung celana dan memakai sendal.
Sementara itu, petugas kebersihan juga berusaha untuk meredam genangan air.
Tak hanya itu, beberapa titik di gedung utama juga tergenang.
Di gedung H, air mengalir dari plafon yang bocor.
Beberapa ember pun disiapkan menampung debit air yang mengalir.
Lantai sudah tergenang dan licin.
Hal serupa juga terjadi di gedung F tepatnya didepan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
Air juga mengalir dari plafon yang sudah mulai bocor
Para pegawai pun harus berputar melintasi jalur lainnya untuk pindah gedung.
Di depan kantor Gubernur Sulsel juga sudah mulai tergenang.
Hanya kendaraan roda empat yang mampu menerobos air setinggi betis orang dewasa.
Sementara itu, motor harus melipir terlebih dahulu.
Beberapa motor yang nekat menerjang genangan harus berakhir mogok.
Sekolah Terendam Banjir
Selain, fasilitas belajar mengajar pun terendam air.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, menyampaikan, banyak sekolah baik mulai dari PAUD, SD hingga SMP di Kota Makassar terendam banjir.
Akibatnya, siswa dan tenaga pendidik tak bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar sepeti biasanya.
Bahkan air hujan sudah masuk hingga ke ruang kelas dan ruang guru.
Muhyiddin mengatakan telah mengeluarkan imbauan ke grup-grup sekolah agar pembelajaran dilakukan secara daring atau online.
"Kami sudah keluarkan imbauan ke grup sekolah agar anak ini belajar di rumah," ucap Muhyiddin.
Adapun siswa yang terlanjur berada di sekolah sejak pagi tadi, diharapkan orang tua atau keluarganya menjemput.
Karena cuaca rawan maka secara keseluruhan anak sekolah belajar daring untuk sementara.
"Yang terdampak sementara SMP 1, SMP 6, 7, 19, 26, 29, 21, 13, 33, 18, 27, 22, 7,3, 1, 5, 8 dan SMP 24 itu sementara sudah kena semua itu," bebernya.
"Kalau SD rata-rata, tapi kami masih rekap dan hitung," sambungnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengeluarkan instruksi untuk meliburkan anak sekolah.
Instruksi tersebut dikeluarkan mengingat Kota Makassar sedang dikepung banjir.
Beberapa titik jalan, mulai dari jalan besar hingga lorong-lorong di Kota Makassar tergenang.
Termasuk beberapa bangunan sekolah di Kota Makassar sudah tak bisa digunakan untuk belajar karena terendam banjir.
"Kepada Sekdis Pendidikan, kontak orang tua masing-masing (siswa) segera pulangkan anak-anak sekolah," tegas Danny Pomanto.
Proses belajar mengajar bisa dilanjutkan di rumah secara daring atau online.
Pembelajaran online dilakukan hingga cuaca kondusif.
"Lanjutkan dengan sekolah daring sampai cuaca kondusif," ujarnya.
Air Masuk Lobby MGH
Dilaporkan bahwa Makassar Golden Hotel (MGH) juga terkena imbas banjir.
Air masuk hingga ke lobby hotel yang berada tepat di bibir Pantai Losari ini.
Banjir telah meninggi di Jalan Penghibur di sekitar Pantai Losari. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa dan arusnya lumayan deras.
Hingga saat ini, kondisi hujan lebat masih terus melanda kota Makassar. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kadisdik Makassar: Hampir Semua SD dan SMP Terendam Banjir