Belum Ada Kasus ASF Ditemukan pada Ternak Babi di Toraja
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja, Nia Sombalinggi, mengatakan belum ada temuan virus ini pada hewan babi d
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/09022023_babi_1.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Wabah African Swine Fever (ASF) dilaporkan telah masuk ke Sulawesi Selatan.
Penyakit ini ditemukan pada babi ternak di Kecamatan Patallassang, Kabupaten Gowa.
Hal ini berdasarkan laporan hasil uji Laboratorium Balai Besar Veteriner Maros, Nomor 16.006/PK.310/F.5.G/01/2023 terkait Hasil Pengujian Nomor EPI. A07230005 tanggal 16 Februari 2022 perihal Hasil Uji Positif Penyakit African Swine Fever (ASF).
Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi peternak babi, termasuk di Toraja.
Salah satu daerah yang memiliki banyak peternak babi adalah Toraja.
Umumnya, masyarakat Toraja memiliki ternak babi.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja, Nia Sombolinggi, mengatakan belum ada temuan virus ini pada hewan babi di Toraja.
"Sampai saat ini belum ada laporan kami terima. Tapi, kami akan terus melakukan pemantauan," kata Nia, Kamis (9/2/2023).
Nia menambahkan, pihaknya melakukan 13 langkah antisipasi agar virus ini tidak masuk ke Toraja.
African Swine Fever (ASF) adalah penyakit pada babi yang disebabkan oleh virus.
Penakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen.
Virus ASF sangat tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.
Virus ini menyerang babi dari semua ras dan semua umur, baik babi liar maupun babi yang diternakkan.
Penyakit ini dinamai "Demam Afrika", karena pertama kali terjadi di Kenya, Afrika Timur, pada tahun 1921.
(*)