Merda Mangayun Buka Katokkon Cafe Terinspirasi Dari Petani Cabai
Idenya berawal dari kepeduliannya terhadap petani cabai Katokkon, cabai khas masyarakat Toraja.
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/03022023_Katokkon_Cafe.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Katokkon Cafe salah satu tempat nongkrong jika berada di Makale, Tana Toraja.
Selain menikmati menu, pengunjung juga bisa berburu wastra atau kain tenun khas Toraja .
Kafe ini didirikan Merda Mangayun pada 2017 ini.
Idenya berawal dari kepeduliannya terhadap petani cabai Katokkon, cabai khas masyarakat Toraja.
Ia prihatin mendengar keluhan petani yang sulit memasarkan hasil kebunnya itu.
"Kattokkon itu nama jenis cabai kalau di Toraja. Pada saat itu, saya ikut suami kampanye dan mendengar betapa sulitnya pertanian Katokkon ini," katanya.
Mayoritas petani Katokkon mengeluh karena cabai yang mereka tanam terbuang dan tidak mempunyai nilai jual pada musim panen.
"Jadi ketika musimnya itu terbuang, dia tidak punya harga. Petani kita kan belum bisa melakukan pertanian yang lebih maju lagi, sehingga dia itu selalu mengikuti musim," ujarnya.
Dari keluhan petani cabai Katokkon tersebut membuat Merda berpikir untuk memberi solusi, Itu pula yang menginspirasi Merda untuk mendirikan cafe.
"Kita harus punya solusi pengolahan pasca panen. Sehingga ada yang nampung pada saat panen untuk diolah," tuturnya.
Cafe ini tidak hanya menjajahkan makanan layaknya kafe pada umumnya. Namun, juga menawarkan keindahan wastra Toraja.
"Nah setelah itu saya berpikir lagi, apalagi sih produk dari Toraja yang unik. Akhirnya saya dapat kain batik," ucapnya.