kopi Toraja
Mengenal Proses Pengelolahan Kopi Versi Masyarakat Toraja
Kopi Toraja bahkan telah dipatenkan Jepang oleh perusahaan bernama Key Coffe pada tahun 2005.
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/01022023_olah_kopi.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Toraja dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia.
Kopi Toraja dikenal dengan aroma wangi yang memikat selera.
Kepopuleran kopi Toraja telah mendunia.
Di Jepang kopi Toraja dianggap sebagai barang mewah.
Sekitar 40 persen kopi yang beredar di Jepang berasal dari Toraja.
Kopi Toraja bahkan telah dipatenkan Jepang oleh perusahaan bernama Key Coffe pada tahun 2005.
Bubuk kopi yang selama ini bisa tersaji di gelas banyak orang rupanya telah melalui tahap yang sangat panjang.
Ada berbagai tahapan yang harus dilakukan oleh petani rumahan masyarakat Toraja dalam mengolah kopinya.
Berikut tahapannya:
1. Panen
Memanen kopi dilakukan dengan sistem memetik buah yang berwarna merah.
Buah hijau yang dianggap masih muda sehingga dibiarkan hingga siap untuk dipetik.
2. Pengeringan
Kemudian dilakukan pengeringan.
Biasanya kopi akan kering dalam jangka waktu lima hari dengan sinar matahari yang cukup.
Kopi dijemur hingga kulit berwarna hitam sempurna.
3. Pengupasan kulit buah
Setelah kering, petani melakukan pengupasan kulit buah. Untuk petani tradisional, biasanya kopi ditumbuk hingga terpisah dari kulitnya.
4. Sangrai
Kopi siap untuk disangrai. Proses penyangraian oleh petani tradisional dilakukan di atas api kecil hingga kopi berwarna hitam.
5. Giling
Biji kopi digiling menjadi bubuk yang siap untuk dikonsumsi.
Salah satu masyarakat Tana Toraja, Anda, mengatakan bahwa menurutnya proses pengelolahan kopi memang tergolong panjang.
"Ia sih memang lama, tapi daripada dibeli, mending di olah sendiri. Karena lebih nikmat dan hemat," katanya. (*)