Tongkonan
Jenis Lumbung di Toraja Berdasarkan Jumlah Tiang
Lumbung di Toraja dipercaya lahir karena mata pencaharian kebanyakan masyarakat Toraja adalah sebagai petani.
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Lumbung-tongkonan.jpg)
MAKALE, TRIBUNTORAJA.COM - Lumbung di Toraja dipercaya lahir karena mata pencaharian kebanyakan masyarakat Toraja adalah sebagai petani.
Fungsi lumbung dalam masyarakat Toraja adalah sebagai tempat untuk menyimpan padi.
Dalam upacara adat, lumbung atau alang dijadikan sebagai tempat duduk golongan bangsawan di Toraja.
Alang masyarakat Toraja memiliki beberapa jenis berdasarkan jumlah tiangnya, yaitu :
1. Alang Seba
Jenis lumbung ini adalalah lumbung yang hanya memiliki empat tiang, tidak dilonga dan tidak diberi ukiran apa-apa.
Pada zaman dahulu, lumbung jenis ini dijadikan sebagai tempat duduk kaunan atau budak di Toraja pada perayaan upacara adat.
2. Lumbung pribadi
Lumbung pribadi adalah lumbung yang memiliki enam tiang. Memiliki longa dan memiliki ukiran.
Biasanya lumbung ini dominan dimiliki masyarakat Toraja, lumbung ini biasanya dibangun masyarakat Toraja untuk keperluan pribadi.
3. Lumbung tongkonan
Lumbung tongkonan dalam masyarakat Toraja adalah lumbung yang didirikan berada di daerah sekitar tongkonan.
Lumbung ini biasanya memiliki enam tiang lebih. Biasanya tiang alang tongkonan ini berjumlah delapan tiang, sepuluh tiang dan dua belas tiang.
Salah satu masyarakat, Yohanis P Pakendek mengatakan lumbung enam tiang biasanya digunakan sebagai tempat duduk kehormatan dalam upacara adat.
"Lumbung pribadi dan lumbung tongkonan biasanya sebagai tempat duduk puang dan orang kaya. Kalau alang seba biasanya sebagai tempat duduk budak," katanya. (*)