Unik, Lumbung Masyarakat Toraja Dulu Sebagai Tempat Menyimpan Uang
Namun, di masa lampau, lumbung ini juga dijadikan masyarakat sebagai tempat untuk menyimpan peti uang dan kekayaan mereka.
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/27012023_lumbung.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Bagi masyarakat Toraja, lumbung berfungsi sebagai tempat menyimpan padi.
Biasanya, lumbung memiliki dua ujung longa atau atap berbentuk lancip ke atas dan mirip perahu.
Namun, di masa lampau, lumbung atau orang Toraja sebutnya Alang ini juga dijadikan masyarakat sebagai tempat untuk menyimpan peti uang dan kekayaan mereka.
Hal ini diakui oleh salah satu masyarakat Tana Toraja, YP Patintingan.
Ia bercerita, dulu lumbung memang dijadikan tempat menyimpan uang.
"Zaman dahulu, sekitar tahun era masa penjajahan (Belanda), orang di Toraja simpang uang juga di lumbung," katanya.
Sebelum disimpan di lumbung, masyarakat Toraja zaman dahulu menaruh uangnya di suke.
Suke adalah tempat surat yang terbuat dari bambu yang berasal dari Tana Toraja.
"Uangnya itu ditaruh dalam suke, baru disimpan ke atas lumbung," tuturnya.
Hal ini dipercaya oleh masyarakat zaman dahulu bahwa menyimpan uang di lumbung lebih aman daripada di rumah.
"Ada juga masyarakat yang simpan uang di atas rumah, tapi katanya kalau di lumbung lebih aman supaya tidak dicuri orang," jelasnya.
Namun, pada zaman sekarang ini kebiasaan masyarakat Toraja untuk menyimpan uang di lumbung sudah tidak lagi ditemukan.
"Kalau zaman sekarang sudah tidak ada lagi yang simpan uang di lumbung, paling di bank ya," imbuhnya. (*)