Injil Masuk Toraja

Bedah Rumah 110 Tahun IMT Didukung Jemaat di Jakarta Hingga Papua

Bedah rumah ini kerja sama Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dengan Dandim 1414 Tana Toraja, Aku Anak Toraja (AAT), dan mahasiswa UKI Toraja.

Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
TribunToraja/Freedy Samuel
Rapat koordinasi pemantapan bedah rumah dalam rangka peringatan 110 Tahun Injil Masuk Toraja (IMT) 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Panitia Peringatan 110 Tahun Injil Masuk Toraja (IMT) terus menggenjot pelaksanaan bedah rumah.

Panitia menargetkan akan merenovasi 110 rumah warga yang dianggap tidak layak huni.

Bedah rumah ini kerja sama Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dengan Kodim 1414 Tana Toraja, Aku Anak Toraja (AAT), dan mahasiswa UKI Toraja.

Persiapan awal seperti survei rumah-rumah yang akan dibedah telah dilakukan.

"Dalam minggu ini dan minggu depan, BPS juga segala stakeholder yang terlibat di dalam gerakan Bedah Rumah ini sedang mempersiapkan perampungan keseluruhan komponen," kata anggota BPS Gereja Toraja, Briken Linde Bonting, usai rapat koordinasi di kantor BPS Toraja Utara, Jl Jenderal Ahmad Yani No 45, Singki', Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (25/1/2023).

25012023_Tim_bedah_rumah
Tim bedah rumah dalam rangka peringati 110 Tahun Injil Masuk Toraja (IMT)

Ketua Cabang GMKI Makassar periode 2009-2011 ini menyadari bahwa renovasi/bedah rumah ini butuh anggaran yang banyak. Ia pun telah banyak menerima pertanyaan soal anggaranna.

"Terkait pertanyaan soal angggaran, kita semua dapat terlibat, baik dari bantuan materi maupun non materi, juga tenaga, buah pikiran, doa, kita sangat menghargai," tuturnya.

Briken Linde Bonting menambahkan bahwa jemaat dan masyarakat pun bisa terlibat langsung.

Ia mencontohkan, Jemaat Gereja Toraja Galaksi yang berada di Jakarta siap membantu renovasi dua rumah.

"Ikatan Keluarga Toraja (IKaT) Papua Barat juga siap menfasilitasi renovasi 10 rumah dan jemaat dari Klasis Gereja Toraja Rantepao siap 4 rumah untuk dibedah," terangnya.

Ia juga menjelaskan, bedah rumah ini akan berlangsung sepanjang tahun 2023 ini.

“Bedah rumah berjalan dalam sepanjang tahun ini dan ditargetkan 110 rumah yang akan dibedah atau direnovasi," ucapnya.

"Jadi bedah rumah ini tidak hanya untuk jemaat Gereja Toraja, tetapi semua golongan dengan segala latar belakang suku, agama, ras golongan, dan sebagainya. Intinya, rumahnya sudah tidak layak huni, kita akan renovasi,” ungkapnya.

Besok, Kamis (26/1/2023), tim akan melakukan survei ke 3 titik calon rumah yang ingin dibedah. Rumah tersebut berada di Awan, Panga', dan Bonoran.

"Jadi besok, kita akan turun di tiga titik itu dibantu oleh AAT, mahasiswa Teknik Sipil UKI Toraja, dan Babinsa Kodim 1414 Tana Toraja untuk melihat di sana apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan," jelasnya.

Dia menambahkan, pentingnya kordinasi antar tim yang sudah terbentuk dengan masyarakat dan seluruh stakeholder terkait.

"Jadi selain tim yang sudah terbentuk dari 4 organ ini, pentingnya juga kordinasi agar tidak ada salah paham, terkait bantuan, hasil rekomendasi rumah, penentuan survei rumah, dan lain sebagainya," tutupnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved