penipuan

Tipu Putri Kerajaan Arab Saudi, Dua WNI Divonis Penjara 19 Tahun dan Denda Rp 10 Miliar

Selain vonis penjara, kedua Warga Negara Indonesia (WNI) ini juga didenda Rp 10 miliar subsidair penjara enam bulan.

Editor: Apriani Landa
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI tangkap (SHUTTERSTOCK) 

TRIBUNTORAJA.COM - Terbukti menipu Putri Kerajaan Arab Saudi, Pengadilan Negeri Gianyar, Bali, menjatuhkan vonis 19 tahun penjara kepada Eka Augusta Herriyani dan Evie Marindo Christina.

Selain vonis penjara, kedua Warga Negara Indonesia (WNI) ini juga didenda Rp 10 miliar subsidair penjara enam bulan.

Kedunya dinyatakan bersama atas kasus penipuan berkedok investasi villa di Bali dengan korban Putri Kerajaan Arab Saudi, Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud.

Pembacaan putusan bagi terdakwa dilakukan pada 19 Januari 2023. Dikutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Gianyar, sidang perdana digelar pada 10 Februari 2022 lalu.

Eka dan Evie didakwa melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menyatakan Terdakwa Eka Augusta Herriyani dan Evie Marindo Christina telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang secara berlanjut sebagaimana dalam dakwaan Kesatu Penuntut Umum.”

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 19 (sembilan belas) tahun dan denda sebsar Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan,” demikian putusan yang tertulis dalam SIPP PN Gianyar yang dikutip Tribunnews.com pada Selasa (24/1/2023).

Adapun putusan ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang dibacakan pada 27 Oktober 2022 lalu.

Sebelumnya, Eka dan Evie juga divonis pidana penjara empat tahun di kasus yang sama karena melanggar pasal 372 KUHP terkait tindak pidana penggelapan dan pasal 378 KUHP atas perkara penipuan menurut putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 112/Pid.B/2020/PN Gin tertanggal 20 Oktober 2020.

Kronologi

Dikutip dari Tribun Bali, penipuan terhadap Putri Lolowah berawal dari pengiriman uang sebesar Rp 505,5 miliar yang dilakukan secara bertahap.

Adapun pengiriman uang tersebut dilakukan dalam rentang waktu antara 27 April 2011 hingga 16 September 2018.

Modus operandi yang dilakukan Eka dan Evie adalah uang yang dikirimkan oleh Putri Lolowah itu dijanjikan untuk investasi pembangunan villa dan tanah di daerah Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali.

Namun, menurut perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), Ni Made Tjandra Kasih, nilai bangunan villa tidak seperti yang dijanjikan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved