Masyarakat Adat

Perampasan Tanah Masalah Sentral Masyarakat Adat

Ia mengatakan masalah perampasan tanah yang saat ini mendominasi masalah masyarakat adat, dikarenakan belum ada aturan jelas tentang hal itu.

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
TribunToraja
Seksejn AMAN, Rukka Sombolinggi 

TRIBUNTORAJA.COM - Dinamika persoalan antara masyarakat adat dan kekuasaan di Indonesia, ada berbagai macam konflik yang terjadi.

Konflik yang terjadi didominasi perampasan lahan dan eksploitasi besar-besaran oleh korporasi dengan mengantongi izin dari pemerintah dengan dalih untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Hal ini dikatakan Rukka Sombolinggi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aliansi Masyarlakat Adat Nusantara (AMAN), menjadi narasumber di podcast Bincang Ekslusif #4 dengan tema Mewujudkan Masyarakat Adat yang Kuat, Mandiri dan Bermartabat, Kamis (29/12/2022).

Ia mengatakan masalah perampasan tanah yang saat ini mendominasi masalah masyarakat adat, dikarenakan belum ada aturan jelas tentang hal itu.

"Yang paling banyak itu karena dasarnya belum ada undang-undang yang melindungi itu, belum ada pengakuan secara resmi, urusan perampasan tanah," katanya.

Mirisnya, dampak negatif dari perampasan lahan ini tak hanya dialami oleh masyarakat, pemerintah pun kena imbasnya.

"Itu kasus yang paling besar dan dampaknya yang paling negatif itu di situ. Tapi dampak negatifnya bukan hanya kepada masyarakat adat, tapi justru kepada pemerintah-pemerintah daerah sekarang," ujarnya.

Karena tidak adanya aturan jelas mengenai peraturan lahan ini, membuat daerah sudah tidak berotoritas lagi atas daerahnya.

"Pengambilan keputusan itu lebih sentralistik lagi, kita kembali lagi seperti masa sebelum ada otonomi daerah. Daerah sudah tidak punya lagi kekuatan di situ," tuturnya.

Hal ini adalah hal besar yang harus ditindaki lebih serius.

"Menjadi masalah besar saat ini bukan hanya di masyarakat adat tetapi juga di seluruh Indonesia," tegas Rukka Sombolinggi. (*)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved