Wisata Toraja

Cerita Micha Rainer Pali Ingin Naik Level, Berhenti Jadi Karyawan dan Bangun Cafe Djong Roastery

Karena itulah, ia banting stir memulai usahanya. Ia mulai mempelajari tentang kopi cara menyeduhnya.

Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
TribunToraja/Freedy Samuel
Owner Cafe Djong Roastery, Micha Rainer Pali, sedang meracik kopi di kedainya. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Cafe Djong Roastery, salah satu dari sekian banyak warung kopi di Rantepao, Toraja Utara.

Kafe di Jalan Mongonsidi, sekitar Lapangan Bakti, ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Anak-anak muda senang nongkrong di sana, ngobrol sambil ditemani kopi Toraja.

Pecinta kopi silih berganti masuk untuk menikmati aroma kopi Toraja.

Kafe ini tidak terlalu luas. Berbeda dengan kebayakan kedai kopi di mana pengunjung duduk di kursi, di Cafe Djong Roastery pengunjung duduk lesehan.

Owner Cafe Djong Roastery, Micha Rainer Pali, menjelaskan bahwa kafe miliknya ini berdiri sejak tahun 2015.

Sebelum memulai usahanya ini, Micha pernah kerja di sebuah perusahaan.

"Saya karyawan di salah satu perusahaan. Tapi kegiatan yang monoton membuat saya bermotivasi untuk naik level, menjadi bos atas diri saya sendiri," ucapnya.

Karena itulah, ia banting stir memulai usahanya. Ia mulai mempelajari tentang kopi cara menyeduhnya.

Ia lalu mendapat pengetahuan terkait metode Copdev yang meliputi cup, origin (asal), proses, kepadatan, dan peralatan, serta varietas dari kopi yang akan disangrai.

"Metode pendekatan Copdev dimulai dengan metode Cup, yakni menentukan kopinya akan diseduh dengan jenis apa. Ada seduhan untuk espresso-base atau untuk manual brewing, bisa saja mensyaratkan derajat sangrai yang berbeda," jelasnya.

"Pengetahuan kopi yang saya pribadi dapatkan, belajarnya langsung dari Allah Yang Maha Kuasa," ucapnya sembari tertawa.

Micha Rainer Pali juga mulai banyak belajar istilah dalam dunia perkopian. Ia belajar secara otodidak.

Ragam jenis kopi yang dijual di Cafe Djong Roastery Toraja mulai dari jenis Kopi Arabica maupun Robusta.

Biji kopi lokal yang dijajakan di kafe ini juga bervaritif, ada biji kopi Pulu-Pulu, biji kopi awan, dan biji kopi lokal lainnya.

Harganya percangkir mulai dari Rp 15 ribu.

Selain menjual kopi siap saji, di sini juga menjual bubuk kopi yang siap diolah.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved