Jumat, 8 Mei 2026

Latto Latto

Siswa Kota Padang Boleh Bawa dan Main Latto-Latto di Sekolah

Pasalnya, latto-latto dinilai memiliki manfaat, salah satunya mengalihkan kecanduan siswa dari gadget.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Siswa Kota Padang Boleh Bawa dan Main Latto-Latto di Sekolah
IST/Kompas
Pemain Arema FC Andik Rendika Rama dan Evan Dimas bermain lato-lato di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (8/1/2022) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM, PADANG - Pelajar di Kota Padang diperbolehkan membawa dan bermain latto-latto di sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Padang, Sumatera Barat, tidak melarang siswa dan siswi untuk memainkan lato-lato di sekolah selama belum meresahkan.

Pasalnya, latto-latto dinilai memiliki manfaat, salah satunya mengalihkan kecanduan siswa dari gadget.

“Sampai saat ini belum kita larang. Namun jika sudah meresahkan maka akan kami keluarkan surat edaran untuk pelarangan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislopa saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/1/2023).

Menurut Yopi, meski diperbolehkan dimainkan di sekolah, jangan sampai menggangu pelajaran siswa.

“Mereka tidak dibenarkan main pada jam pelajaran. Kemudian guru-guru juga kita minta melakukan pengawasan kepada siswa tersebut,” lanjut Yopi.

Menurut Yopi, latto-latto mampu mengalihkan para siswa dari kecanduan gadget.

Bahkan ada siswa yang lupa dengan gadget-nya.

“Sebenarnya banyak juga manfaat para siswa itu bermain latto-latto, pertama mereka tidak lagi kecanduan bermain gadget. Dengan bermain lato-lato bisa menambah ketangkasan para siswa tadi. Karena bermain lato-lato memerlukan ketangkasan,” kata Yopi.

Yopi mengimbau para orangtua untuk tetap mengawasi anak-anaknya bermain latto-latto.

Sebab latto-latto cukup berbahaya jika tidak diawasi.

“Para orangtua harus tetap mengawasi, sebab permainan ini juga memiliki bahaya. Jika tidak dipantau atau diawasi bisa membuat anak-anak yang memainkannya terluka,” pungkasnya.

 

Baca juga: Pemain Sepak Bola Indonesia Terjangkit Demam Latto-Latto

 

Latto-latto Sempat Menelan Korban

Ilustrasi latto-latto. TEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEK.
Ilustrasi latto-latto. TEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEKETEK. (IST)

Permainan latto-latto yang sedang viral kini memakan korban.

Seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) berinisial AN (8) dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) harus menjalani operasi usai bermain latto-latto.

Ayah korban, AJ mengatakan, anaknya saat itu bermain latto-latto di rumah temannya.

Saat pulang ke rumah, mata anaknya terlihat memerah.

Saat ditanya, sang anak enggan menceritakan apa yang ia alami kepada orang tuanya.

"Dia baru mau cerita setelah saya bujuk," ujar AJ.

Menurutnya, latto-latto anaknya pecah saat ia bermain bersama temannya.

Hal itu menyebabkan serpihan latto-latto tertancap ke matanya.

AN langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

"Awal kejadian itu kami bawa dulu ke Kimia Farma kemudian mendapat rujukan ke RSUD Soedarso. Setelah dirawat ternyata harus dioperasi dan berjalan lancar," ujar AJ.

Kondisi AN saat ini mulai membaik usai menjalani operasi.

Mata AN masih bisa melihat meski pandangannya masih sedikit buram.

"Sekarang sih sudah mulai membaik, kami juga dikasih obat tetes yang harus rutin diberikan, cuma pandangan AN masih kabur dan matanya merah," jelasnya.

 

 

Demam Latto-Latto Jangkit Pemain Sepakbola Indonesia

Jajang Mulyana sedang bermain latto-latto.
Jajang Mulyana sedang bermain latto-latto. (IST)

Latto-latto merupakan permainan dua bola plastik padat yang diikat tali dan dimainkan dengan mengendalikan cincin di bagian atasnya sehingga kedua bola beradu dan menimbulkan suara nyaring nan khas.

Permainan latto-latto kini tengah populer di masyarakat Tanah Air.

Bahkan, demam permainan adu ketangkasan ini juga menjangkit kalangan pesepakbola Indonesia.

Sejumlah pemain sepak bola Indonesia berbagi cerita, dilansir dari Kompas.com.

Salah satu diantaranya adalah bek senior Leonard Tupamahu.

Akhir Desember lalu saat putaran kedua Liga 1 2022/2023 berlangsung, ia dan sejumlah pemain Bali United tampak sering mengunggah ketangkasan bermain latto-latto di akun media sosial pribadinya.

"Iya awalnya kami lihat di Instagram lagi viral terus kebetulan aku sama Jajang Mulyana lagi makan di luar, ada tempat mainan di sebelahnya ya sudah kami beli tuh latto-latto," ujar pemain kelahiran Jakarta tersebut kepada Kompas.com.

"Waktu saya bawa main di bus tim, rupanya anak-anak juga pada bisa karena kata mereka ini mainan waktu kecil," tambahnya.

Leonard mengaku tidak asing dengan latto-latto karena sewaktu kecil pernah memainkannya.

Tidak terasa permainan sederhana ini membuatnya bernostalgia kembali dengan masa kecil.

"Ingatnya dulu pernah punya waktu kecil. Kalau memainkannya tidak tangkas, sampai sekarang pun tangan sampai bengkak," kenangnya.

Leonard mengaku sempat membuat challange adu latto-latto bersama rekan-rekan setimnya.

"Iya, kemarin sempat sama Gunawan Dwi Cahyo dan Jajang taruhan. Habis libur siapa yang paling jago main latto-latto pas balik latihan lagi. Yang kalah traktir makan," ungkapnya.

Sementara itu, Jajang Mulyana mengungkapkan bermain latto-latto juga karena permainan ini sedang populer.

"Kalo buat saya sih cuma buat seru-seruan doang," ujarnya.

Selain Bali United, demam latto-latto juga menjangkit pemain Arema FC, Andik Rendika Rama.

Andik mengaku ikut bermain latto-latto lantaran sangat populer dimainkan anak-anak di daerah sekitar rumahnya, tidak terkecuali anaknya.

Ia akhirnya tertarik memainkan kembali permainan masa kecilnya itu.

"Pas di depan rumah ramai main, ya jadi ikut main karena anak di rumah main latto-latto jadi wes belajar dan main sama anak," tutur pemain bernomor punggung 24 itu.

"Dulu pas SD sudah main, namanya tek ketek sekarang namanya latto-latto yang lagi viral," tambahnya.

Siapa sangka permainan masa kecilnya itu juga menjadi sarana untuk menghabiskan quality time bersama sang anak.

Selain Andik, Evan Dimas Darmono juga terkena demam latto-latto.

Ia pertama kali tahu latto-latto dari sang adik yang setiap hari memainkannya.

Ia menjadi tertarik untuk bisa bermain latto-latto.

Sayangnya dari beberapa percobaan masih gagal.

Meski demikian, Evan Dimas terus penasaran untuk bisa menaklukkan latto-latto.

"Saya lihat adek terus ternyata banyak yang main jadi pengen nyoba, akhirnya keterusan tapi tidak bisa bisa. Akhirnya pinjem punya adek ya tetep ga bisa juga," ujarnya sembari tertawa.

(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dinas Pendidikan Padang Perbolehkan Siswa Main Lato-Lato di Sekolah"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved