Kamis, 11 Juni 2026

Diisukan Bangkrut Usai Diakuisisi Elon Musk, 500 Lebih Pengiklan Cabut Dari Twitter

Sampai saat ini pihak Twitter atau Elon Musk belum memberikan respons terkait laporan penurunan tersebut.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Diisukan Bangkrut Usai Diakuisisi Elon Musk, 500 Lebih Pengiklan Cabut Dari Twitter
IST
Kantor Twitter HQ yang terletak di San Fransisco, CA, Amerika Serikat. 

TRIBUNTORAJA.COM - Usai diakuisisi raksasa teknologi, Elon Musk akhir Oktober 2022, diperkirakan lebih dari 500 pengiklan telah mencabut investasinya di Twitter.

Dilansir dari New York Post, sejak miliarder kondang membeli Twitter senilai 44 miliar dolar AS, platform sosial media ini kerap menerapkan kebijakan-kebijakan kontroversial yang dinilai gegabah hingga mengundang perdebatan dan amarah publik.

Di antaranya seperti memecat ribuan karyawan, serta menerapkan biaya tagihan sebesar Rp125 ribu per bulan untuk pemilik akun verified account atau centang biru.

Tak hanya itu, Musk turut mengubah beberapa kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja, salah satunya yaitu menghapus Days of Rest atau hari istirahat dan mewajibkan karyawan bekerja 40 jam per minggu di kantor.

Hal ini membuat para karyawan ramai mengajukan tuntutan.

Hadirnya serangkaian kebijakan kontroversial ini yang kemudian membuat para investor kompak melakukan eksodus dan mengakibatkan pendapatan harian twitter selama 2022 kemarin anjlok mencapai 40 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Anjloknya pendapatan harian lantas berimbas pada terpangkasnya pendapatan kuartal 2022 menjadi 720 juta dolar AS atau sekitar Rp10 triliun, dari tahun 2021 dipatok 1,2 miliar dolar AS atau Rp18.1 triliun.

Penurunan pendapatan Twitter pertama kali dilaporkan oleh buletin teknologi Platformer pada Selasa (17/1/2023).

Namun, hingga saat ini pihak Twitter atau Elon Musk belum memberikan respons terkait laporan penurunan tersebut.

Sejumlah pihak berspekulasi bahwa penurunan laba itu dapat mempercepat proses kebangkrutan Twitter, mengingat sebelumnya Musk telah menerima tuntutan akibat gagal membayarkan tunggakan uang sewa gedung yang dialami oleh seluruh cabang Twitter yang ada di berbagai belahan dunia.

Isu kebangkrutan santer terdengar lebih kuat setelah karyawan Twitter diwajibkan membawa tisu toilet mereka sendiri ke kantor, karena para staf kebersihan telah dipecat untuk menekan pembengkakan pengeluaran.

Bahkan sejumlah perkakas dapur dan beberapa inventaris berharga lainnya yang ada di kantor cabang San Francisco ikut dilelang pada awal pekan ini di antaranya peralatan telekonferensi seperti monitor dan mikrofon serta beberapa peralatan dapur seperti kulkas, oven pizza dan mesin espresso.

(*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Isu Kebangkrutan Twitter Nyata, Lebih Dari 500 Pengiklan Hengkang Pasca Akuisisi Elon Musk"

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved