Kekerasan Seksual

Seorang Guru di Parepare Cabuli Siswinya di Kawasan Pekuburan, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Lingkungan sekolah kemudian tidak ramah terhadap generasi penerus. Justru menjadi penghancur harapan peserta didik.

Penulis: redaksi | Editor: Muh. Irham
Tribun Timur/M Yaumil
Pelaku guru honorer AU (44) yang cabuli siswa SMK Kota Parepare. 

PAREPARE, TRIBUNOTRAJA.COM - Guru cabul mengintai pelajar wilayah Ajatappareng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam kurun waktu 10 hari terjadi dua kasus kekerasan seksual di Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare.

Mirisnya, prilaku bejat itu terjadi di lingkungan pendidikan dan dilakukan oleh guru kepada muridnya.

Lingkungan sekolah kemudian tidak ramah terhadap generasi penerus. Justru menjadi penghancur harapan peserta didik.

Di Kabupaten Pinrang, seorang anak di bawah umur menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru sekolah dasar (SD) laki-laki inisial RS.

Dalam sidang putusan PN Pinrang, korban dinyatakan menang. Namun, belakangan diketahui, korban dan tersangka justru berdamai.

Yang terbaru di Kota Parepare, guru honorer SMK swasta melakukan kekerasan seksual kepada tiga muridnya.

Pelaku AU (44) melancarkan aksi saat dirinya menjadi instruktur dalam kegiatan masa bimbingan fisik dan mental (Madabintal) dan korban jadi peserta.

Peristiwa itu terjadi di perkuburan Panrokko Jalan Hikmah, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare pada Jumat 19 Agustus 2022 pukul 01.00 Wita.

Kini, pelaku sudah ditahan di Lapas Kota Parepare. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII Pinrang-Parepare-Barru, Baharuddin Iskandar mengatakan dunia pendidikan terpukul dengan kejadian ini.

Dirinya kaget saat pertama kali mengetahui peristiwa yang menimpa siswa SMK swasta itu 

"Kami kaget mendengar kabar ini. Karena ini akan berdampak negatif kepada pelajar," katanya kepada tribun timur, Rabu (18/1/2023).

Dari sini pihaknya akan melakukan langkah antisipasi dan pengawasan khususnya pada kegiatan luar sekolah siswa.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh sekolah agar kegiatan ekstrakurikuler diperbaiki ke depannya," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved