Pilgub Sulsel

Danny Pomanto Ingin Maju di Pilgub Sulsel 2024, Ngaku Belum Keluarkan Uang Sepesarpun untuk Baliho

Kini, tak lama lagi Wali Kota Makassar dua periode tersebut bakal memastikan langkahnya di kontestasi politik mendatang. 

Penulis: redaksi | Editor: Muh. Irham
ist
Wali Kota Makassar Danny Pomanto 

MAKASSAR, TRIBUNTORAJA.COM - Wali Kota Makassar Danny Pomanto sejauh ini belum mengambil sikap terkait langkah politiknya di pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang.

Selama ini, ia hanya terus didorong dan didukung oleh simpatisannya untuk maju dalam perebutan kursi gubernur.

Bahkan, para simpatisan sudah bergerak hampir ke seluruh kabupaten kota di Sulsel untuk memperkenalkan jagoan mereka.

Kini, tak lama lagi Wali Kota Makassar dua periode tersebut bakal memastikan langkahnya di kontestasi politik mendatang. 

Danny bakal mengumpulkan seluruh komunitas atau relawannya sebanyak empat ribu orang di Tokka Kabupaten Maros, Sulsel pada Januari ini.

"Termasuk itu saya akan sampaikan (kepastian maju Pilgub," ucap Danny Pomanto saat ditemui di kediamannya Jl Amirullah, Rabu (18/1/20223).

Dalam kesempatan tersebut, ia sekaligus ingin berterima kasih kepada komunitas yang selalu ada di belakangnya memberi dukungan.

Danny bilang, selama ini mereka telah menggunakan dana pribadi untuk mensosialisasikan dirinya di depan warga Sulsel. 

"Saya berterimakasih selama ini. Belum ada satu persen pun saya keluarkan (dana) untuk baliho. Saya ini tidak suka bohong. Itu semua karena loyalis relawan yang luar biasa saya harus perhatikan itu," ungkapnya.

Diakui Danny, untuk maju dalam pemilihan gubernur perlu ada pegangan.

Paling tidak hasil survei dari berbagai lembaga profesional maupun survei internal.

Satu hasil survei tidak cukup kata dia, paling tidak ada tiga atau lebih survei yang menjaring namanya sebagai salah satu figur potensial dengan popularitas dan elektabilitas memadai.

"Percaya survei dan jangan percaya satu survei. Jangan percaya satu survei maksudnya harus minimal tiga (lembaga survei) karena kan beda-beda pandangannya," ulasnya.

Karenanya, dalam pertemuan komunitas tersebut, Danny sekaligus akan memperlihatkan hasil survei oleh salah satu lembaga survei profesional.

Yang tak kalah penting kata mantan dosen Universitas Hasanuddin tersebut ialah keinginan masyarakat Sulsel.

Kegalauan dan keresahan warga harus  dijawab, bukan sekadar keinginan untuk menjadi gubernur semata.

"Apa sih yang membuat galau orang di Luwu, Toraja, sampai di selatan Bulukumba, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, di tengah, di Bone," tegasnya.

"Janganki kajili-jili Karana cuman mau gubernur, kan bukan begitu, bisa kah tidak menjawab kegalauan mereka? Bisakah kita berdayakan masyarakat? Itu yang saya akan tanamkan," sambungnya. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved