Kenali YESMa Sebagai Komunitas Perempuan di Tana Toraja
YESMa adalah sebuah lembaga non-profit yang lebih banyak bergerak di pemberdayaan perempuan dan teman-teman yang termajinalkan.
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/14012023_YESma.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Yayasan Eran Sangbure Mayang (YESMa) merupakan mitra Yayasan Bakti Tana Toraja.
Program utamanya adalah inklusi kerjasama Pemerintah Indonesia dan Australia.
Hal ini disapaikan Officer YESMa, Lenynda Tondok, saat menjadi narasumber dalam podcast Tribun Toraja di kantor Tribun Toraja, Jumat (13/1/2023).
Podcast ini bertajuk "Fenomena Penyelesaian KS dan Rudapaksa Secara Kekeluargaan di Tana Toraja".
Lenynda Tondok mengatakan, YESMa adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang perempuan.
"YESMa adalah sebuah lembaga non-profit yang lebih banyak bergerak di pemberdayaan perempuan dan teman-teman yang termajinalkan," katanya.
Lembaga ini resmi berdiri sejak tiga tahun lalu.
"Kami berdiri dari tahun 2019, dan saat ini kami bekerja untuk sebuah program inklusi," tuturnya.
Harapan didirikannya lembaga ini untuk memperjuangkan hak kesetaraan gender.
"Harapan kami, kami bisa lebih banyak membangun kemandirian masyarakat, membangun kesadaran-kesadaran kritis dari masyarakat, untuk mereka dapat melihat apa yang menjadi hak mereka itu mereka bisa perjuangkan, atau ada orang lain yang memperjuangkan," jelasnya.
Selain melaksanakan program organisasi, YESMa juga membuka layanan konseling untuk korban kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan rudapaksa.
"Secara kelembagaan, kami menjalankan program. Di samping itu, kami juga menyediakan layanan konseling dan pembinaan bagi korban-korban kekerasan," tuturnya.
Selain di Tana Toraja, YESMa juga terbuka unuk melayani korban kekerasan perempuan dan anak di wilayah lain, sebagai lembaga terbuka.
"Kami tidak hanya bekerja untuk wilayah Tana Toraja, tetapi kami juga menerima pengaduan dari wilayah lain," imbuhnya. (*)