Bea Cukai Malili Temukan Rokok Ilegal Saat Operasi Pasar Gabungan di Tana Toraja

Pperasi pasar gabungan ini merupakan wujud komitmen bea cukai untuk mencegah peredaran rokok ilegal.

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
ist
ROKOK ILEGAL - Tim gabungan Bea Cukai Malili dan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja saat melaksanakan operasi pasar gabungan di Kabupaten Tana Toraja. Operasi ini untuk sosialisasi sekaligus menghentikan peredaran rokok ilegal. 

TRIBUNTORAJA.COM, Makale - Tim gabungan Bea Cukai Malili dan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menggelar operasi pasar gabungan di Kabupaten Tana Toraja, Kamis-Jumat (12-13/1/2023).

Operasi ini dalam rangka pemberantasan peredaran rokok ilegal.

Sebelumnya, operasi pasar juga telah digelar di Toraja Utara, Selasa-Rabu (10-11/1/2023).

Tim gabungan ini terdiri atas Unit P2 dan Humas beserta tim gabungan dari Satpol PP, bagian perekonomian, Diskominfo, dan sekretariat pemerintah Kabupaten Tana Toraja.

Fungsional Pemeriksa Bea Cukai, Andi Muhammad Hendra, mengatakan operasi pasar gabungan ini merupakan wujud komitmen bea cukai untuk mencegah peredaran rokok ilegal.

"Operasi pasar gabungan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja adalah merupakan upaya yang dilakukan secara terstruktur dan masif oleh bea cukai dan ini dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia untuk memberantas peredaran rokok ilegal," katanya, Jumat (13/1/2023).

Selama dua hari di kabupaten Tana Toraja, Bea Cukai Malili yang bersinergi dengan Pemkab Tana Toraja melakukan pengawasan BKC HT (Barang Kena Cukai Hasil Tembakau) pada puluhan penjual rokok di Tana Toraja.

"Setelah berhasil merambah ke puluhan warung dan toko yang ada di pasar Rantetayo dan pasar Batu Papan, serta yang ada di kecamatan di kabupaten Tana Toraja yaitu seperti Kecamatan Makale, Kecamatan Rantetayo dan Kecamatan Simbuang yang dimulai pada tanggal 12-13 Januari 2023," tuturnya.

"Penindakan dilakukan terhadap rokok ilegal dengan pita cukai salah peruntukan/saltuk karena tidak sesuai dengan jumlah batang dalam kemasan penjualan eceran dan rokok polos/tanpa pita cukai," terangnya.

Selain melakukan penindakan, Tim Bea Cukai Malili sekaligus memberikan sosialisasi kepada Tempat Penjualan Eceran (TPE) terkait ketentuan Undang-undang No11 Tahun 1995 jo Undang-undang No 39 tahun 2007 Tentang Cukai.

Sosialisasi dilanjutkan dengan penempelan stiker larangan menjual atau menawarkan rokok polos/tanpa dilekati pita cukai.

"Dengan diadakan kegiatan rutin Operasi Pasar Gabungan dan sosialisasi terkait rokok ilegal ini membuat semakin luasnya persebaran informasi dan meningkatnya pemahaman mengenai rokok ilegal di masyarakat," ucap Andi Muhammad Hendra.

"Operasi gempur yang rutin dilakukan dapat memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dari sisi potensi penerimaan keuangan negara maupun melindungi masyarakat dari bahaya rokok ilegal sesuai fungsi bea cukai sebagai comunity protecto," jelasnya.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Tana Toraja, Nataniel Karru, mengatakan, sebanyak 217 slop rokok ilegal disita dalam operasi pasar gabungan ini.

"217 slop rokok ilegal ini paling banyak disita dari salah satu toko di Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek," tambahnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved