Perang Rusia Ukraina

Rusia Bakal Kerahkan 500 Ribu Pasukan ke Ukraina, Sebagian Direkrut dari Tahanan

Pengerahan pasukan dalam jumlah besar tersebut merupakan strategi baru dalam perang yang telah berlangsung hampir setahun ini.

Penulis: redaksi | Editor: Muh. Irham
MEHR NEWS
Pemndangan Kota Soledar, Ukraina dari udara. Kota ini bakal menjadi ajang pertempuran besar dalam waktu dekat jika Rusia jadi mengerahkan ratusan ribu pasukannya ke daerah ini. 

TRIBUNTORAJA.COMPerang besar antara Rusia dan Ukraina diperkirakan bakal pecah di pertengahan bulan Januari ini. Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan mengerahkan 500 ribu pasukan ke Kota Soledar, wilayah Donbas, untuk merebut kota berpenduduk 10 ribu jiwa tersebut.

Pengerahan pasukan dalam jumlah besar tersebut merupakan strategi baru dalam perang yang telah berlangsung hampir setahun ini.

Rencana pengerahan pasukan dalam jumlah besar ini diungkapkan oleh Penjabat Kepala Kepala Republik Rakyat Rusia, Donetsk Denis Pushilin.

“Kemungkinan besar sebentar lagi pasukan Rusia mengendalikan sebagian besar pemukiman kota Soledar di wilayah Donbas," ujar Donetsk Denis Pushilin

Meski Rusia membantah isu mobilisasi, sejumlah sumber menyebut bahwa presiden Vladimir Putin tengah menyiapkan strategi baru agar dapat merebut kembali sejumlah kota penting di Ukraina.

Pada pertempuran sebelumnya Rusia kalah dalam menghadapi serangan Ukraina hingga ratusan militer gugur akibat tembakan drone militer Kiev .

Seperti yang dilansir dari The Guardian dalam mobilisasi kali ini Rusia dikabarkan akan menambah kekuatan militernya dua kali lipat lebih besar dari mobilisasi di bulan September tahun lalu,.

Diperkirakan mobilisasi pasukan Rusia mulai dilakukan Presiden Vladimir Putin pada 15 Januari mendatang, tepatnya setelah periode liburan musim dingin Rusia berakhir.

Selain menambah pasukan perang guna memperkuat benteng pertahanan di medan perang, Rusia dikabarkan turut merekrut puluhan ribu tahanan untuk berperang sebagai bagian dari kelompok militer swasta Wagner.

Dengan menjalankan strategi ini, Rusia diperkirakan dapat kembali menguasai sejumlah wilayah Ukraina.

Klaim tersebut juga didukung oleh Kementerian Pertahanan Inggris, yang mengatakan bahwa perkembangan pasukan Rusia selama beberapa hari terakhir telah mengalami kemajuan pesat.

"Dalam empat hari terakhir, pasukan Rusia dan perusahaan militer swasta Rusia, Wagner, telah membuat kemajuan taktis ke kota kecil Soledar di Donbass." ujar Kementerian Pertahanan Inggris.

Kota Soledar menjadi penting lantaran kota berpenduduk 10.000 jiwa itu terletak sepuluh kilometer sebelah utara Bakhmut, yang menjadi titik nyala pertempuran antara Moskow dan Kyiv baru-baru ini.

Dengan menguasai kota ini, Moskow dapat memukul mundur pasukan Ukraina, dengan begini sejumlah wilayah yang dulunya dikuasai pasukan Ukraina seperti Bakhmut dapat diambil alih militer Rusia.

Merespon tindakan yang dilakukan Rusia, presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidatonya pada hari Minggu (8/1/2023) berjanji akan terus melawan serangan Rusia apapun yang terjadi.

 Langkah ini dilakukan demi mempertahankan daerah – daerah penting di sekitar Bakhmut, mencakup Soledar, seperti dikutip Wionews.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved