Senin, 25 Mei 2026

Gereja Toraja

Sejarah Gereja Toraja Pertama di Makassar -2-

Pembangunan Gedung Pertemuan dan Passangrahan dimulai pada Januari 1931 dan ditahbiskan pada hari Senin, 1 Juni 1931.

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Sejarah Gereja Toraja Pertama di Makassar -2-
Kolase Tribun Toraja
JEMAAT BAWAKARAENG - Gereja Toraja Jemaat Bawakaraeng dulu dan sekarang (foto: Freedy Samuel) 

Oleh karena itu gereja tersebut lebih dikenal sebagai Gereja Maros.

Kini setelah Jalan Maros berubah nama menjadi Jalan Gunung Bawakaraeng, gedung gereja tersebut lebih dikenal sebagai Gereja Toraja Jemaat Bawakaraeng.

Pendeta yang Melayani Gereja Toraja Jemaat Bawakaraeng

Adapun pendeta-pendeta yang melayani di jemaat ini sejak tahun 1947 ketika sudah berubah nama dari Gereja Protestan Makassar menjadi Gereja Toraja Jemaat Makassar Klasis Istimewa sampai sekarang antara lain:

1. Ds J Sumbung
2. Ds J Limbong
3. Ds J Lebang
4. Ds J Siahaija
5. Pdt AJ Anggui
6. Pdt BD Biyang
7. Pdt JT Manapa' dan Guru Injil J Matana
8. Pdt DY Sarangnga'
9. Pdt DS Ambabunga
10. Pdt RJ Tutu
11. Pdt Musa Salusu
12. Pdt BD Biyang
13. Pdt Hermin Sangka'-Lambe'
14. Pdt AS Parrangan
15. Pdt Ny DM Anggui (Pendeta Konsulen)
16. Pdt AT Sitammu
17. Pdt Yuliaty Mangngi-Mangape
18. Pdt Musa Sikombong
19. Pdt Yusuf Paliling
20. Pdt Reni Yusuf
21. Pdt Menathan Tulak
22. Pdt Lili Danga

Pembangunan Gedung Gereja

Oleh karena kondisi bangunan lama yang menurut pengamatan beberapa pihak sudah tidak layak dan adanya potensi resiko bahaya yang diakibatkan kondisi tersebut, maka perlu adanya renovasi bangunan.

Sehingga dalam rapat pleno Majelis Gereja pada tanggal 11 Februari 1994 memutuskan untuk mengganti gedung lama dengan membangun gedung baru.

Saat itu juga dibentuk membentuk Panitia Perencanaan Pembangunan yang terdiri dari J Ba’ka, BBA, Ir Thomas Wong, Ny Sarah Karangan, Ny DS Ambabunga, JS Kadang, JS B Tapparan, Marthen Napang, Ny Abigael Salusu, dan Ir Saba Parinding.

Setelah kurang lebih delapan tahun perencanaan dan konsolidasi dana, panitia kecil ini pun diubah menjadi panitia pembanguan yang lebih besar di bawah pimpinan Kol Pnb MB Bangalino.

Setelah itu langsung melaksanakan peletakan batu pertama pada tanggal 31 Oktober 2002 oleh Walikota Makassar saat itu, HB Amiruddin Maula.

Setelah itu gedung lama pun langsung dibongkar total untuk pengerjaan pondasi.

Untuk pelaksanaan ibadah selama proses pembangunan, jemaat meminjam gedung aula Sekolah Kristen Kalam Kudus di Jl Sungai Cerekang, selama kurang lebih setahun sampai dengan pengecoran lantai dua rampung dan lantai satu bisa digunakan.

Pada tahun 2005, Kol Pnb MB Bangalino dan Thomas Wong meninggal dunia. Majelis Gereja pun melakukan lagi perombakan panitia.

Panitia melibatkan beberapa pihak yang rindu dan memberi diri untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan ini.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved