Balapan Liar

Polres Toraja Utara Akan Tindak Tegas Pelaku Balapan Liar, AKBP Eko Suroso: Amankan Motornya

Eko Suroso mengaku sudah memerintahkan langsung Kasatlantas Polres Toraja Utara, AKP Ahmadin, untuk memberikan tindakan tegas pelaku balap liar.

Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
ist
BALAPAN LIAR - Kapolres Toraja Utara, AKBP Eko Suroso SIK, memimpin apel pagi di Mapolres Toraja Utara, Rantepao, Senin (26/12/2022). Eko Suroso memerintahkan tindak tegas pelaku balapan liar. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Kapolres Toraja Utara, AKBP Eko Suroso SIK, menegaskan akan menindak pelaku balapan liar.

Hal ini disampaikan AKBP Eko Suroso saat memimpin apel pagi d Mapolres Toraja Utara, Rantepao, Senin (26/12/2022).

Balapan liar memang marak terjadi tiap malam menjelang tahun baru 2023 di Kota Rantepao. Balapan liar ini meresahkan masyarakat, karena suaranya yang bising dan rawan terjadi kecelakaan.

AKBP Eko Suroso SIK mengaku sudah memerintahkan langsung Kasatlantas Polres Toraja Utara, AKP Ahmadin, untuk memberikan tindakan tegas pelaku balap liar.

"Iya, saya sudah perintahkan langsung jajaran anggota Polres Toraja Utara, khusunya KasatLantas, untuk memberikan sanksi tegas disesuaikan dengan klasifikasi pelanggaran," ujar bapak dua anak ini.

Eko Suroso mengatakan, klasifikasi pelanggaran lalu lintas itu adalah tidak pakai helm, tidak ada plat nomor polisi (nopol), tidak ada lampu motor, knalpot brong/racing (tidak standar).

"Akumulasi dari klasifikasi itu, dapat diindikasikan akan melakukan balap liar," ucap penyuka olahraga sepakbola itu.

Pria kelahiran Kota Rembang, Jawa Tengah, ini memerintahkan jajarannya untuk menahan atau menyita sepeda motor yang digunakan untuk balap liar tersebut dengan waktu yang lama.

"Kalau kesalahan multiple seperti tidak pakai helm, tidak ada pelat nomor, tidak ada lampu motornya, knalpot tidak standar, itu sudah indikasi akan trek-trekan atau balap liar. Tahan saja!" tegas penggemar Lionel Messi itu.

Motor tersebut, kata Eko Suroso, akan dijadikan barang bukti.

Nanti dilepas setelah tahun baru, setelah menjalani sidang, supaya tidak merusak segala bentuk perayaan dalam menyambut tahun baru.

"Tujuannya agar tidak mengganggu warga yang sedangkan beribadah di rumah," tuturnya.

"Saya sudah perintahkan Kasat Lantas, jangan ditilang dengan barang bukti STNK atau SIM tapi motornya," kata Eko Suroso.

Ia menambahkan, hal ini adalah upaya tindakan tegas agar tidak terulang kembali.

Motornya boleh diambil kembali setelah menjalani sidang dengan syarat menunjukkan bukti kepemilikan berupa STNK, BPKB, maupun surat lainnya.

"Juga harus bersedia mengubah modifikasi motor menjadi sesuai standar,” terangnya.

Lanjut Eko Suroso, jika pelakunya tergolong di bawah umur, harus mengajak orang tuanya untuk mengambil motornya.

"Dengan demikian, orang tua ikut tanggung jawab dan ini bisa memberikan efek jera supaya anak-anak tidak melakukan aktivitas yang tidak perlu," tutupnya.

Bukan hanya pelaku yang akan ditindak, yang hanya menonton sekalipun akan diberikan sanksi seperti tilang dan kendaraan dibawa ke Mapolres Toraja Utara.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved