Survei

Hasil Survei Charta Politika: Ganjar Pranowo Masih Unggul, Anies Baswedan Mulai Salip Prabowo

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan dalam simulasi 10 nama, Ganjar masih memiliki elektabilitas tertinggi, yakni 31,7 persen.

Penulis: redaksi | Editor: Muh. Irham
ist
Tiga bakal calon Presiden RI, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto 

JAKARTA, TRIBUNTORAJA.COM - Hasil survei Charta Politika menunjukkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih memiliki elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden di 2024.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan dalam simulasi 10 nama, Ganjar masih memiliki elektabilitas tertinggi, yakni 31,7 persen.

Ganjar mengalahkan pesaingnya yang selalu muncul dalam papan atas survei, yakni eks Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan 23,9 persen dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 23,0 persen.

Hal itu disampaikan Yunarto dalam rilis survei nasional Catatan Akhir Tahun Tren Persepsi Publik dan Proyeksi Politik Menuju 2024 secara virtual, Kamis (22/12).

"Pada simulasi 10 nama, Mas Ganjar mendapatkan tingkat elektabilitas tertinggi," kata Yunarto.

Sementara, dalam simulasi tiga nama, Ganjar lagi-lagi mendapatkan elektabilitas tertinggi ketimbang Anies dan Prabowo.

Politisi PDI Perjuangan itu memiliki elektabilitas 37,0 persen, kemudian Anies 29,2 persen, dan Prabowo 26,1 persen.

Kendati demikian, Yunarto menjelaskan ketiga tokoh tersebut memang saat ini masih menjadi papan atas, jauh dari figur-figur lainnya.

"Tiga besar ini bisa dikatakan paling memenuhi prasyarat apabila menggunakan indikator keinginan dari publik ataupun masyarakat," terang Yunarto.

"Kecenderungannya akan mengarah pada pertarungan Anies Baswedan, dengan Ganjar Pranowo apabila terjadi/ tidak ada perubahan yang berarti," sambungnya.

Yunarto juga memprediksi bahwa Ganjar Pranowo berpotensi menang jika pemilihan presiden (Pilpres) 2024 hanya satu kali putaran.

Dia mengatakan, hal itu bisa saja terjadi ketika Pilpres diikuti tiga paslon, yaitu ada Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Menurut Yunarto, ketika Pilpres hanya digelar satu putaran, maka Ganjar bisa menang lantaran ada potensi suara Anies dan Prabowo pecah.

"Kalau terjadi tiga-tiganya maju, di putaran pertama kondisi tiga nama ini akan menguntungkan Mas Ganjar karena di situ akan terjadi perpecahan suara antara Anies dengan Prabowo," kata Yunarto.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved