Tips Berkendara
Pulang ke Toraja Pakai Motor? Ini Tips Berkendara Lewati Tanjakan dan Turunan ala Yamaha
Tapi perlu kehati-hatian melewati jalanan yang menanjak atau menurun saat berkendara, khususnya motor metic.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/21122022_tips_yamaha.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Momen Natal dan tahun baru seperti magnet yang membawa perantauan kembali ke kampung halaman Toraja.
Banyak alternatif kendaraan yang bisa dipakai untuk kembali ke Toraja. Biasanya anak muda senang mengendarai kendaraan motor ala touring.
Toraja dikenal dengan wilayah pengunungan. Banyak tanjakan dan turunan yang bakal dilalui.
Tapi perlu kehati-hatian melewati jalanan yang menanjak atau menurun saat berkendara, khususnya motor metic. Apalagi sekarang cuaca tidak menentu, bahkan akhir-akhir ini sering hujan.
Instruktur Yamaha Riding Academy (YRA), M Arief, memberikan beberapa tips melewati jalan menanjak atau turunan menggunakan sepeda motor metik agar tetap aman.
Arief menjelaskan saat melewati jalan menanjak, pengendara perlu menjaga jarak yang cukup dengan kendaraaan yang berada di depan.
Lalu pengendara juga perlu mengatur bukaan gas agar memiliki kecepatan yang sesuai serta tetap mendapatkan tenaga sesuai kondisi tanjakan.
“Hindari terlalu sering menutup gas, mencegah tenaga motor turun atau drop,” ujarnya.
Saat melewati jalan menanjak, kata Arief, ketika berhenti dan akan jalan pastikan sepeda motor digas terlebih dahulu, setelahnya rem dapat dilepas agar motor tidak mundur.
“Posisi badan tetap rileks disesuaikan dengan tinggi badan saat menanjak,” sambungnya.
Sementara itu, saat melewati jalan menurun, Arief menyarankan agar buka gas sedikit, agar ada efek EG brake atau pengereman dari mesin yang membuat motor agak tertahan seperti direm.
Pengendara juga perlu menjaga jarak yang cukup dengan kendaraan yang berada di depan.
Selanjutnya, saat melewati jalan menurun, pengendara harusnya menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan, terutama saat jalan lurus.
“Hindari pengunaan rem yang terus menerus dan lama, mencegah rem menjadi panas serta dapat mengakibatkan rem blong,” katanya.
Untuk posisi duduk, sambung Arief, tetap rileks, tidak terlalu ke depan atau ke belakang khususnya saat jalan menurun yang curam hindari posisi duduk terlalu ke depan.
Hal ini bertujuan mencegah risiko motor terpelanting saat pengoperasian rem yang mendadak.
“Saat melintasi turunan, peran rem sangat diperlukan maka jika pengendara merasakan ada perubahan dari rem sebaiknya berhenti dan cek terlebih dahulu,” jelasnya.(*)