Minggu, 10 Mei 2026

Kopi Toraja

Perubahan Iklim Pengaruhi Produksi Kopi di Toraja

Penjelasannya, hujan merusak dan menggugurkan bunga. Hujan menghambat proses penjemuran pasca panen.

Tayang:
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Perubahan Iklim Pengaruhi Produksi Kopi di Toraja
TribunToraja/Tini
PANEN KOPI - Pekerja PT Toarco Jaya memanen kopi. 

TRIBUNTORAJA.COM, Rantepao - Direktur Administrasi PT Toarco Jaya, Suwardi, mengatakan, cuaca iklim yang tidak menentu berpengaruh pada produksi kopi di Toraja.

Penjelasannya, hujan merusak dan menggugurkan bunga. Hujan menghambat proses penjemuran pasca panen.

Proses penjemuran menjadi lebih lama.

Pada sisi yang lain, kemarau panjang menyebabkan kekeringan yang dapat menghambat perkembangan buah.

Suwardi mengatakan, beberapa waktu belakangan ini, intensitas matahari tidak ideal.

"Cuaca juga tidak mendukung, karena kopi itu memerlukan sinar matahari," katanya.

Perubahan iklim yang tak menentu dua tahun belakangan ini menghambat pertumbuhan kopi.

"Matahari itu maksudnya kemarau yang jelas ya, sudah dua tahun ini hampir tidak ada," ujarnya.

Hal ini menjadi masalah besar bagi PT Toarco Jaya yang mengandalkan alam.

"Kita tidak punya formula untuk itu, hanya konsepnya ini mengubah alam saja," tuturnya.

Proses di perkebunan kopi PT Toarco Jaya hanya memanfaatkan alam.

"Karena kami tidak pernah menggunakan obat untuk merangsang, kita alami saja," jelasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved