Cuaca Buruk

BPBD Enrekang Ingatkan Warga Waspada, Hari Ini Hujan Deras Diperkirakan Masih Akan Terjadi

Banjir yang tadinya setinggi 30 sentimeter kini perlahan surut, meski masih berlangsung hujan rintik-rintik.

Penulis: redaksi | Editor: Muh. Irham
Tribun Timur/Erlan Saputra
Suasana di lokasi banjir di Kelurahan Juppandang, Enrekang, Kamis (15/12/2022). Air terlihat mulai surut setelah hujan mulai reda 

ENREKANG, TRIBUNTORAJA.COM - Kondisi banjir di pemukiman warga di Jl Ahmad Dahlan, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Enrekang, Sulawesi Selatan saat ini mulai surut, Kamis (15/12/2022).

Banjir yang tadinya setinggi 30 sentimeter kini perlahan surut, meski masih berlangsung hujan rintik-rintik.

Kepala Pelaksana (Kala) Badan Penanggulangan Bencana Enrekang, Arsil Bagenda mengatakan, di kompleks tersebut memang kerap terjadi banjir di saat musim hujan.

"Itu mungkin gotnya tersumbat jadi tidak mengalir airnya. Memang di sana sering terjadi banjir karena daerah dataran rendah," ujar Arsil Bagenda.

Sebelumnya, banjir mulai terjadi sekira pukul 16.00 Wita akibat hujan deras yang berlangsung sejak siang kemarin. Akibatnya sejumlah rumah ikut digenangi luapan banjir.

Menurut Arsil Bagenda, sepanjang hari ini hingga besok, diperkirakan hujan dengan intensitas tinggi masih melanda wilayah Kabupaten Enrekang.

"Tetap waspada, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor karena hujan ini kita tidak bisa perdiksi sampai kapan berhenti," tutupnya.

BPBD Enrakang mencatat, ada delapan kecamatan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan rawan terjadi bencana banjir dan longsor.

Delapan wilayah tersebut, yakni Kecamatan Bungin, Baraka, Anggeraja, Masalle, Baroko, Buntu Batu, Maiwa, dan Enrekang.

Mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, banjir, pergerakan tanah, banjir bandang, hingga yang cukup parah adanya fenomena pergerakan tanah yang terjadi di Desa Labuku, Kecamatan Maiwa pada (30/8/2022) lalu.

Meski tidak ada korban jiwa, namun peristiwa mengakibatkan kerugian material.

Sebanyak 32 rumah warga rusak berat dan sekitar 129 penduduk terancam kehilangan tempat tinggal.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved