Demo Mahasiswa

Duduk Perkara Demo Ratusan Mahasiswa UKI Toraja, Dipicu Pembekuan Lembaga Mahasiswa

Sambil berorasi, mahasiswa juga membakar ban bekas dan menyebabkan asap tebal membumbung tinggi.

Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Muh. Irham
Tribun Toraja/Freedy Samuel
Mahasiswa UKI Toraja melakukan aksi unjuk rasa di depan rektorat, Kamis (8/12/2022) malam. Mereka menutut agar rektorat mencabut pembekuan lembaga mahasiswa 

TRIBUNTORAJA.COM – Ratusan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKO) Toraja melakukan aksi unjukrasa di halaman kampus, Kamis (8/12/2022) kemarin. Mereka menuntut agar seluruh lembaga kemahasiswaan di UKI Toraja diaktifkan Kembali.

Tuntutan itu disampaikan oleh mahasiswa yang berorasi di halaman kampus. Sambil berorasi, mahasiswa juga membakar ban bekas dan menyebabkan asap tebal membumbung tinggi.

Lalu apa sebenarnya akar permasalahan unjuk rasa yang telah dilakukan kesekian kalinya ini?

Aksi mahasiswa UKI Toraja ini pada dasarnya diawali dengan kebijakan Rektor UKI Toraja yang membekukan seluruh aktivitas lembaga kemahasiswaan di dalam kampus.

Pembekuan secara resmi dilakukan pada tahun 2017 lalu. Lembaga dibekukan lantaran pada saat berlangsung pengkaderan mahasiswa, terjadi kekerasan terhadap mahasiswa baru.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2021, pihak rektorat mencabut kembali keputusannya dan membolehkan lenbaga mahasiswa beraktivitas kembali.

Sayangnya, hal itu tidak berlangsung lama. Hanya beberapa waktu setelah pengaktifan itu, pihak rektorat kembali “menghukum” mahasiswa dengan membekukan kembali lembaga kemahasiswaan.

Kali ini yang dibekukan bukan hanya satu, tapi semua lembaga di fakultas teknik. Akibatnya, BEM dan DPM juga tidak dapat beraktivitas.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, penyebabnya karena pihak rektorat menemukan adanya kekerasan terhadap mahasiswa baru oleh mahasiswa senior.

Hal ini tentu saja diprotes oleh mahasiswa. Pasalnya, kekerkasan itu tidak terjadi di semua lembaga, melainkan hanya di beberapa lembaga kemahasiswaan.

“Kami akan terus berjuang mengaktifkan kembali lembaga kemahasiswaan ini. Kami siap berbenah untuk himpunan kami,” kata  Randy, Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Toraja (AMARA) siang tadi.

Randy menambahkan mereka telah bertemu pihak rektorat untuk audience. Di hadapan rektorat, mereka berjanji melakukan pembenahan agar lembaga mahasiswa bisa diaktifkan kembali.

“Kami pikir dengan satu bulan berbenah, semua akan diaktifkan kembali. Namun nyatanya itu tidak ditindaki secara serius. Kami kembali dipersulit,” kata Randy lagi.

Sementara Rektor UKI Toraja  Dr Oktavianus Pasoloran, berjanji akan memenuhi tuntutan mahasiswa.

"Permasalahan ini terjadi di kelembagaan mahasiswa fakultas teknik. Ada satu dan lain hal yang membuat dibekukan tempo hari," jelasnya.

Ia meminta mahasiswa memberi waktu dan kesempatan untuk berbenah dan memenuhi tuntutan mahasiswa.

"Berikan kami waktu, semua tidak instant untuk hal ini," tutupnya. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved