Siaran TV Analog di Sulsel Bakal Dimatikan Pertengahan Desember, Toraja Kapan?

Untuk bisa mendapatkan siaran digital, masyarakat bisa menggunakan Set Top Box (STB).

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
Kolase Tribunjogja.com
Ilustrasi TV Analog dan Digital 

TRIBUNTORAJA.COM - Pemerintah akan mematikan siaran TV analog untuk wilayah Sulawesi Selatan 1 pertengahan Desember 2022 nanti.

Wilayah yang masuk Sulawesi Selatan 1 adalah Makassar, Maros, Gowa, Pangkep, dan Takalar.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan analog switch off (ASO) atau penghentian siaran televisi terestrial analog di wilayah Jabodetebek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah mulai 2 November lalu.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan, mengingatkan warga yang masuk Sulawesi Selatan 1 untuk segera bersiap beralih ke digital. Karena Pemerintah akan mematikan siaran televisi analog.

Hal tersebut, disampaikan Riswansyah Muchsin Kordinator bidang PS2P KPID Sulawesi Selatan.

"Setelah Jabodetabek, Jabar, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau, kami meminta warga Makassar dan sekitarnya untuk segera bersiap beralih ke siaran digital. Karena rencananya pemerintah akan mematikan siaran analog pertengahan Desember," ujar Riswansyah Muchsin.

Untuk bisa mendapatkan siaran digital, masyarakat bisa menggunakan Set Top Box (STB).

Selain itu, Riswan mengatakan, siaran di Sulsel masih simulcast atau siaran analog masih bisa diakses selain TVRI Sulsel yang sudah mematikan siaran analognya.

"Namun, kami sarankan untuk masyarakat yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan STB sesuai data DTKS Kemensos, untuk segera membeli STB secara mandiri," katanya.

Penghentikan siaran TV analog ini akan dilakukan bertahap. Wilayah Toraja akan masuk dalam jadwal tahap dua bersama Luwu Raya.

"Tahap pertama Sulsel 1, setelah itu baru masuk Toraja dan Luwu Raya, baru wilayah Ajatapareng," kata Ketua KPID Sulsel, Hasrul Hasan.

Indonesia memiliki 225 wilayah siaran, 132 diantaranya sudah mendapatkan siaran televisi terestrial digital. Satu wilayah siaran bisa melayani beberapa kota atau kabupaten.

Dari total wilayah yang sudah bersiaran digital, sebanyak 103 wilayah adalah non-terestrial alias tidak mendapatkan siaran televisi terestrial analog sebelumnya. Wilayah itu langsung mendapatkan siaran digital.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved